Penguatan Pembangunan Pertanian dan Perkebunan

0
760

PELAKSANA tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, Pemprov Riau akan terus mendorong pembangunan perkebunan. Sebab itu, seluruh kegiatan di daerah harus bersinergi dengan program pemerintah pusat.

Menurut Andi Rachman (sapaan akrab), sektor perkebunan di Riau memang masih merupakan sektor pimadona di pulau Sumatera, dan nomor lima di Indonesia. Namun demikian, diakuinya, dirinya masih belum puas, karena masih ada kesenjangan antara masyarakat kelas atas, menengah, dan bawah.

Hal tersebut disampaikan Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dalam rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pembangunan Perkebunan se-Provinsi Riau 2015, Senin (6/7) lalu.

“Seperti halnya salah dalam pemilihan bibit, menyebabkan petani di tingkat bawah jadi kurang diperhatikan,” lanjutnya.

Andi meminta, seluruh Kepala Disbun di Kabupaten/ Kota benar-benar ikut membahas sektor perkebunan dengan tujuan meningkatkan taraf hidup petani.

Saat ini Provinsi Riau masih kekurangan sekira 326 ribu ton beras. Dalam memenuhi kebutuhan, pasokan beras dibantu dari provinsi tetangga seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan dari pulau Jawa.

“Namun, jika desa ini bisa mengembangkan sawah, tentu akan mengurangi kekurangan beras, apalagi jumlah penduduk terus bertambah,” kata Andi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Riau Suparman, Bupati Rohul Achmad, Ketua DPRD Rokan Hulu Nasrul Hadi, Satker Terkait pemprov Riau, unsur Forkompinda Rohul, Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) dari 12 Kabupaten/ Kota di Provinsi Riau, pejabat di lingkungan Pemkab Rohul serta tibuan petani dan pengurus Koperasi pola kemitraan, serta perwakilan dari beberapa perusahaan.**(Adv)

Tinggalkan Balasan