Pemuda Batak Bersatu Melalui Satgas DPD-PBB Riau Kembali Gelar Aksi Peduli Duka Cita

1
3730
Satgas DPD-PBB Riau Saat Pengurusan Almarhum Aris Aritonang Di RS Awal Bros A. Yani Pekanbaru

PEKANBARU, SUARAPERSADA. com–Sekalipun Paguyuban Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Riau, serta seluruh Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kabupaten/Kota di Riau masih seumur Jagung, namun telah menunjukkan kinerja sesuai dengan visi misinya “Satu Hati Satu Jiwa”.

Sebagaimana kegiatan yang telah dilaksanakan PBB Riau melalui Satgas PBB Provinsi Riau dengan satu komando bersama seluruh DPC yang ada di Riau telah membagikan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, terutama yang terdampak Covid-19.

Baca Juga : Peduli Sesama, Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu Pelalawan Kunjungi Warga Sakit

Dengan prinsip berbuat yang terbaik dan berkarya,
Satgas PBB Riau juga telah menunjukkan kepedulian sosialnya terhadap warganya yang berduka cita. Seperti halnya saat Aris Aritonang, warga Labuh baru Kecamatan Payung Sekaki yang meninggal dunia di RS Awal Bros Ahmad Yani belum lama ini. Satgas DPD PBB Riau hadir memberikan solusi dengan mengurus Administrasi dan pemberangkatan sampai ke rumah duka di Medan Sumut dan penangulangan seluruh biaya yang dihimpun secara swakelola oleh PBB itu sendiri.

Baca Juga : Paduan Suara Pemuda HKBP Pangkalan Bun Kotawaringin Barat Meriahkan HUT Bhayangkara Ke 73

Selanjutnya, almarhum Marjoni Samosir, korban Lakalantas yang terjadi di Tapung Kabupaten Kampar dan dilarikan ke RUSD Arifin Ahmad Pekanbaru. Korban dirawat selama lima hari dan akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga : Peduli Sesama, PBB Riau Gelar Penggalangan Dana

Berawal dari informasi, bahwa korban merupakan warga Medan (Sumut) dan tidak mempunyai sanak saudara di Tapung maupun di Pekanbaru dan tergolong miskin. Kembali kepada visi misi, PBB Riau melalui Satgas DPD PBB Riau, bahu membahu dan memberangkatkan Jenazah ke kampung halaman.

Ketua DPD PBB Riau, Enda Wira Tarigan yang dimintai komentarnya terkait aksi sosial ini menyebutkan, apa yang kita lakukan saat ini, baik melalui Satgas DPD Riau dan seluruh DPC yang ada di provinsi Riau dengan satu komando satu kesatuan dengan bersinergi dalam satu rasa satu jiwa, ujarnya.

Menurut Enda, terkait kegiatan sosial dukacita yang menimpa saudara kita, Aris Aritonang dan Marjoni Samosir, dimana keduanya merupakan warga yang tinggal kota Medan. PBB Riau telah ambil bagian dari pengurusan Adm hingga pemberangkatan jenazah dari Pekanbaru ke Kota Medan hingga acara pemakaman. Dan seluruh biaya ditanggulangi secara swakelola oleh PBB, urainya.

“Saya selaku ketua DPD-PBB Riau, sangat berterima kasih kepada Satgas DPD Riau serta seluruh DPC yang tetap solid, dengan loyalitas dan toleransi yang tinggi. Kita berharap, dengan segala kegiatan yang sudah berjalan dan yang akan datang agar tetap satu komando Satu Rasa Satu Jiwa,” terang Enda lagi.

Satgas DPD-PBB Riau, saat Pemberangkatan Jenazah Marjoni Samosir Ke-Medan Sumut

Hal senada ditambahkan Wakil Ketua DPD-PBB Riau, Erwin Hutagalung, semua kegiatan yang sudah berjalan, baik kegiatan seremonial dan Baksos yang dikomandoi Satgas DPD Riau dan DPC yang ada di Riau, sudah merupakan komitmen dan kesepakatan antara DPD PBB Riau. Intinya, PBB akan tetap hadir dan berbuat yang terbaik jika terjadi masalah atau kesulitan kepada masyarakat, khususnya komunitas batak, tegasnya.

Sementara Komandan Satgas DPD PBB Riau, Ahmad Jhon Ginting menegaskan, bahwa kita yang ada di PBB ini sebenarnya bukan mau cari nama atau supaya dibilang hebat. Namun perlu kita ketahui ada banyak hal yang terjadi di diri kita sendiri yang selama ini kita lewati begitu saja, paparnya.

Contohnya, penutupan Gereja dengan semena mena, orang batak ditindas, terlantar, tidak mampu dan banyak lagi. “Sekarang kita tidak sendiri, PBB hadir untuk berbagi untuk Satu Rasa Satu Jiwa, “ujar Jhon Ginting.

Lanjut Komandan Satgas ini lagi, intinya, kita yang ada di PBB ini akan berbuat untuk sesama saling berbagi kasih, baik suka maupun duka. Terlebih bangso Batak yang ada di provinsi Riau dengan Satu Rasa Satu Jiwa, ulasnya.

“Terkait saudara kita yang meninggal di RS Awal Bros, almarhum Aris Aritonang dan Marjoni Samosir, PBB Riau melalui Satgas DPD-PBB Riau, dengan satu komando telah mengurusnya mulai dari Adm hingga pemakaman di Kampung halaman. Dan seluruh dana dihimpun secara Swakelola oleh PBB Riau,” sebutnya.

Ditanya tentang proses penyelasaian almarhum Marjoni Samosir di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Diakui Ahmad Jhoni Ginting, awalnya memang sedikit rumit, dengan pihak RSUD Arifin ahmad. Terurama menyangkut biaya yang mencapai Rp 11 juta dan pihak keluarga tidak meiliki dana.

Namun setelah kita lakukan komunikasi dengan pihak RS melalui Kabag Humas RSUD Arifin Ahmad, bapak Ardinal, dan menyampaikan latar belakang almarhum. Akhirnya, pihak RSUD membebaskan seluruh biaya.

Kami sangat berterima kasih kepada Dirut RSUD Arifin Ahmad,
H, Nuzelly Husein Mars serta Kabag Humas, Ardinal, atas atensi dan bantuannya yang menggratiskan seluruh biaya perobatan almarhum selama lima hari, sebut Ahmad Jhoni Ginting.

Ditempat terpisah Dirut RSUD Arifin Ahmad, dr H Nuzelly Husnedi yang dikonfirmasi melalui pesawat silulernya
mengakui bahwa seluruh biaya atas nama Marjoni Samosir ditanggung oleh pihak Rumah Sakit

Menurutnya, kebijakan menggratiskan biaya yang mencapai Rp 11 juta tersebut, setelah dilakukan komunikasi dengan Komandan Satgas PBB beserta jajarannya yang ternyata yang bersangkutan keluarga tidak mampu (Miskin). Maka kita membuat kebijakan, seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah dalam hal ini RSUD Arifin Ahamd, sebut Nuzely.

Dia juga menyampaikan minta maaf kepada PBB dan Satgas DPD -PBB dan masyarakat, jika pelayanan kami yang
kurang berkenan. Hal tersebut bisa saja terjadi, mungkin karena kurangnya komunikasi dan koordinasi. “Kami akan tetap berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat” terangnya.

Kabag Humas RSUD Arifin Ahmad, Ardinal SKM, MKM, juga menampik jika RSUD Arifin Ahmad dituding lamban dalam penanganan pasien bahkan menelantarkan pasien. Menurut Ardinal, RSUD Arifin Ahmad tetap memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat, ujarnya.

Terkait biaya perawatan dan perobatan, jika pasien tergolong miskin yang dibuktikan dengan kartu KIS, atau Jamkesda, maka RSUD selaku rumah sakit pemerintah, akan membantu meringankan biaya bahkan di gratiskan. Seperti yang terjadi kepada almarhum Marjoni Samosir, seluruh biaya dutanggung RSUD Arifin Ahmad, tutupnya. (Frans Sibarani)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan