Beranda Breaking News Pandemi Covid-19 Meningkat Tajam. 1 Orang Meninggal Namun Penyebap Belum Diketahui

Pandemi Covid-19 Meningkat Tajam. 1 Orang Meninggal Namun Penyebap Belum Diketahui

84
0
Jubir Gugus Tugas Covid-19 Rokanhilir, H Ahmad Yusuf, S.Sos.MH dan Plt Kadiskominfotik Rohil, Hermanto, S.Sos saat Konferensi Pers penyampaian data terkini Covid-19. 

ROHIL, SUARAPERSADA.com- Juru bicara (jubir) gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Rokan Hilir H Ahmad Yusuf, S.Sos.MH bersama Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi Informatika (Diakominfotik) Rokan Hilir, Hermanto, S.Sos menyampaikan data terkini jumlah dan perkembangan orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (22/4).

Disampaikan Ahmad, beberapa hari terakhir data terkait penyebaran virus corona (Covid-19) meningkat tajam. Hal tersebut disebabkan beberapa kabupaten/kota yang ada di provinsi Riau sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai wilayah transmisi lokal atau daerah terjangkit.

Adapun daerah yang dimaksud yaitu Kota Pekanbaru, Kota Dumai, dan Kabupaten Kampar. Ini disebutkan sebagai pemicu tingginya Orang Dalam Pemantauan (ODP), sehingga setiap hari jumlahnya semakin meningkat.

“Tentu saja ini akan mengingatkan pihak kita untuk selalu mencermati data yang ada sehingga bagaimana kita menyikapi kondisi yang terjadi pada saat ini,” kata Ahmad.

Secara kumulatif juga disampaikan jumlah Pasien Dalam Pemantauan pada hari ini sebanyak 4.877 orang, dengan habis masa pantauan sebanyak 2.899 orang dan sisanya 1.978 orang di seluruh Kabupaten Rokan Hilir.

Adapun orang yang sedang di pantau saat ini yakni dari Puskesmas Bagansiapiapi sebanyak 370 orang, kemudian Bagan Punak 122 orang, Sinaboi 42 orang, Pedamaran 26 orang, Bantaian 49 orang, Rimba Melintang 78 orang, Bangko Kanan 116 orang.

Kemudian, wilayah Bangko Jaya sebanyak 99 orang, Tanah Putih 46 orang, Sidinginan 36 orang, Tanjung Medan 126 orang, Pujud 36 orang, Rantau Kopar 4 orang, Balai Jaya 122 orang, Puskesmas Baganbatu 212 orang, Puskesmas Boltrem 82 orang, Simpang Kanan 29 orang, Puskesmas Rantau Panjnag Kiri 132 orang, Teluk Merbau 192 orang, dan Panipahan 59 orang.

Sedangkan jumlah PDP secara kumulatif hari ini berjumlah 13 orang, sementara 4 orang PDP hasil test swab terkonfirmasi negatif dan sudah di pulangkan dan dinyatakan sembuh. Kemudian, 1 orang dinyatakan meninggal dunia. Namun, kata Ahmad masih menunggu hasil test swab.

Pasien PDP tersebut kata Ahmad meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Arifin Ahmad Pekanbaru, Riau. Korban Merupakan warga Kecamatan Pujud Kendati pun hasil test swab korban meninggal belum keluar, tetapi karena sudah ditetapkan sebagai PDP, pemakamannya tetap dilakukan secara protokol Covid-19.

Sementara 1 orang korban meninggal dinyatakan sebelumnya data korban sudah pernah disampaikan. Namun hasil test swab terkonfirmasi negatif maka korban meninggal dinyatakan bukan disebabkan oleh corona virus atau Covid-19, namun disebabkan oleh kecelakaan lalulintas (laka lantas).

“Yang meninggal hari ini di Kecamatan Pujud kita belum tau, apakah ini penyebabnya adalah covid-19 atau disebabkan penyakit penyerta lain. Karena sudah sangat rentan, kemudian banyak penyakit-penyakit lain yang membuat korban meninggal saat di rawat di Rumah Sakit (RS) Arifin Ahmad,” pungkas Ahmad.

Namun karena sebelumnya korban sudah ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pemantauan, sehingga tata laksananya penanganan pemakaman tetap dilakukan secara protokol kesehatan, protokol covid-19.

Sementara 6 orang pasien lainya saat ini masih dalam perawatan di sejumlah Rumah Sakit, yakni 1 orang di rawat di RSUD dr Pratomo Bagansiapiapi, 1 orang lagi di Rumah Sakit (RS) Mandau Duri, 3 orang di rawat di Rumah Sakit (RS) Awalbros Sudirman Pekanbaru.

Selanjutnya, 1 orang dari Tanah Putih, 1 orang dari Bangko Jaya, 1 orang lagi dari Bagansiapiapi, kemudian 1 orang lagi di rawat di Rumah Sakit (RS) Mandau, Duri juga berasal dari Bagansiapiapi,” ujarnya.

Amad menyampaikan bahwa setiap PDP itu belum tentu positif corona virus, tetapi paling tidak, katanya, dengan ditetapkannya sebagai PDP, harus meningkatkan ke hati-hatian bagi kita semua, sebab penularan corona virus menular dari orang ke orang melalui kontak fisik maupun cairan mulut sehingga perlu dilakukan sosial distancing maupun fisical distansing.

Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir tersebut, ini perlu dilakukan mengingat dulunya di Provinsi Riau belum ada orang yang terjangkit Covid-19).

Pekanbaru telah ditetapkan sebagai daerah terjangkit, menyusul Kota Dumai dan Kabupaten Kampar kini juga sudah ditetapkan sebagai daerah terjangkit. “Kita berharap dan berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga negeri kita ini tidak ditetapkan sebagai daerah transmisi lokal atau daerah terjangkit,” katanya berharap. (man)

Tinggalkan Balasan