PEKANBARU, SUARAPERSADA.com-Misteri suap untuk beberapa oknum DPRD Riau periode 2009-2014 untuk memperlancar pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015, satu-satu mulai terungkap.
Dari pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak empat hari belakangan sudah tampak benang merah kasus tersebut. Dari mana saja uang yang Rp3 miliar untuk menyuap oknum anggota dewan terseebut.
KPK sendiri terus mendalami segala informasi guna melengkapi berkas pemeriksaan dua tersangka kasus suap itu, yang Gubernur Riau (Gubri) non aktif Annas Maamun dan Ahmad Kirjauhari, mantan anggota DPRD Riau yang disebut sebut pihak penerima uang suap tersebut.
Salah satu sumber uang suap itu adalah dana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Indikasi ini terungkap saat Ketua BPBD Riau Said Saqlul Amri usai menjalani pemeriksaan KPK di Sekolah Polisi Negara (SPN), Jumat (27/3) siang.
Kepada sejumlah awak media, Said Saqlul mengaku diminta uang oleh Asisten II Sekdaprov Riau Bidang Ekonomi Wan Amir Firdaus. Uang ini diduga ada kaitannya dengan suap pengesahan Peraturan Daerah (Perda) APBD 2015.
“Saya ditanya Soal APBD, ada pertanyaan uang yang diminta Gubernur Annas Maamun ke BPBD melalui Asisten II. Asisten komunikasikan ke saya untuk sediakan uang, bukan meminta uang. Ya kira-kira dibawah Rp500 juta,” kata Saqlul di setelah menjalani pemeriksaan KPK di ruang Visualisasi Kepolisian SPN Pekanbaru.
Uang tetsebut, diakui Said, tidak tahu akan digunakan untuk apa. Hanya saja, BPBD diminta untuk bisa menyediakannya. “Itu juga ditanya, saya tak tahu untuk apa, dulu kata Asisten II hanya pinjaman,” paparnya yang tampak menggunakan baju koko warna putih ini.
Selain itu, Kepala BPBD Said Saqlul juga membantah dugaan bahwa sudah menyuruh Eka Putra (staff Said,red) untuk mengantarkan uang ke Biro Keuangan Pemprov Riau. “Oh tidak ada. Ngak ada saya suruh antar ke yang bersangkutan,” sambungnya.
Tetapi Said Saqlul tak menyangkal bahwa kucuran uang itu, memang benar diambil dari dana operasional pos BPBD yang waktu itu tengah sibuk dengan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Provinsi Riau. Oalaaahh!***


















































