Belum Difungsikan Badan Jalan Soekarno-Hatta Retak dan Patah

0
0

DUMAI, SUARAPERSADA.com- Revitalisasi peningkatan Jalan Soekarno-Hatta Kota Dumai yang dibangun dengan sistem semen beton rigid pavement tampak mulai rampung dikerjakan namun disayangkan kerusakan sudah terlihat.

Sejumlah titik di hamparan badan jalan yang notabene baru usai dikerjakan dan belum difungsikan atau jalan belum dioperasikan, keretakan-keretakan halus hingga ada yang tampak retak patah timbal balik sudah bermunculan.

Padahal kepada media ini sebelumnya diakui pihak Konsultan Pengawasan PT Neo Arch Consultant, Admiral, dengan menyebut bahwa ketebalan lapisan beton rigid pavement Jalan Soekarno-Hatta adalah 30 cm dan mutu campuran semen beton cukup tinggi yakni fs 4.5 Mpa atau setara dengan mutu beton K400.

Artinya, beton atau badan jalan memiliki kuat tekan beton sekitar 450 kg/cm², namun faktanya badan jalan beton rigid yang disebut mutu beton fs 4.5 Mpa tersebut sudah terlihat keretakan dan ada yang patah timbal balik.

Terkait sejumlah titik pada badan jalan beton rigid terjadi keretakan dan patah tersebut, Asep, bidang konsultan pengawas ditemui media ini di lokasi proyek menyebut akan memperbaikinya.

Terpisah dihubungi lewat nomor WhatsAppnya terkait kerusakan yang terjadi pada badan jalan beton yang baru selesai dikerjakan tersebut, Admiral, Konsultan Pengawas belum memberikan jawaban.

Terkait keretakan-keretakan dan patah pada badan jalan beton rigid, pengawas dari Dinas Bina Marga PU Pemko Dumai, Dasri Efendi, dihubungi media ini lewat WhatsApp menyebut yang patah akan di grouting atau dilakukan perbaikan dengan memasukkan bentuk cairan perekat yang retak atau patah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemko Dumai, Riau Satrya Alamsyah, S.T, MT, dicoba konfirmasi namun belum dapat dihubungi apa tanggapannya soal kondisi jalan beton rigid yang sudah mengalami keretakan dan patah tersebut.

Sementara pada kesempatan terpisah dihubungi lewat nomor WhatsAppnya, Kepala Bidang Bina Marga (Kabid BM) Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai, Yomi Idriansyah, S.T, menyebut bahwa pihaknya akan melakukan pengecekkan ke lokasi proyek terkait informasi media adanya keretakan-keretakan dan patah di ruas badan jalan yang baru usai di beton.

“Kita lakukan pengecekan dan evaluasi terhadap yang retak, kalau memang ada kesalahan baik itu spek atau pelaksanaan sehingga tidak tercapai mutu akan dilakukan pembongkaran”, ujar Yomi menyikapi.

Sebagaimana diketahui, revitalisasi peningkatan Jalan Soekarno-Hatta Kota Dumai yang seyogyanya perbaikan ranah Kementerian PU melalui Balai Peningkatan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Riau diambil alih Pemko Dumai.

Melalui APBD tahun anggaran 2026, Pemko Dumai lewat Dinas Pekerjaan Umum merogoh kantong APBD sebesar Rp 19.117.816.346,00. Proyek revitalisasi peningkatan jalan Soekarno-Hatta Kota Dumai tersebut dikerjakan dengan jenis perkerasan pembetonan rigid.

Jalan Soekarno-Hatta Kota Dumai yang notabene baru hitung tahun di overlay atau aspal ulang oleh pihak PJN Kementerian PU Wilayah Riau melalui dana APBN, menurut pihak kontraktor akan dibangun sepanjang 1.250 meter (satu jalur) mulai batas simpang Bundaran hingga simpang Jalan Arifin Ahmad lampu merah Jalan Pelintung Kota Dumai.

Jenis pekerjaan mulai dari timbunan agregat base sebagai lapisan pondasi semen lantai kerja 15 cm dan badan jalan semen beton rigid tebal 30 cm dengan lebar badan jalan 8 meter.

(Aston Tambunan).

 

Tinggalkan Balasan