Nyaris Bentrok Dengan Massa PP, Amper Tuntut Stop Monopoli Proyek di Pemprov Riau

0
331

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Puluhan massa yang tergabung dalam  Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pemuda Riau (AMPER), kembali menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Senin (22/2). Dalam aksinya, Amper mendesak Kejati Riau, mengusut dan menghentikan praktek monopoli proyek di lingkungan Pemprov Riau oleh keluarga Plt Gubri Arysyadjuliandi Rachman yang dijuluki dengan Trio Rachman.

Namun sebelum aksi berlangsung, massa Amper yang berkumpul di Jalan Cut Nyak Dien depan Pustaka Suman HS, dicoba dihalangi oleh massa Pemuda Pancasila (PP) dan nyaris terjadi bentrok, sempat terjadi saling dorong antar massa. Namun berkat kesigapan aparat Kepolisian mengamankan situasi sehingga bentrok massal antara antifis Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pemuda Riau (Amper) dengan anggota Pemuda Pancasila (PP) tidak berlanjut.

Selanjutnya, massa Amper dengan long march  langsung menuju Kantor Kejati Riau dan menggelar orasi di depan pintu gerbang Kantor Kejati Riau yang telah tertutup rapat.

Dalam orasinya, Koordinator aksi Dodi Sugiarto membeberkan, bahwa prtaktek monopoli proyek di lingkungan Pemprov Riau oleh Trio Rachman  yang dilakukan secara  terang-terangan. Merupakan perbuatan melanggar hukum  dan merugikan masyarakat.

Tahun 2015 lalu Unit Layanan Pengadaan ( ULP)  melelang proyek dengan nilai sekitar  dua triliun rupiah. Dimana dalam pelaksanaannya,  diduga terjadi penyimpangan. Yang mengakibatkan kerugian negara  sekitar tiga puluh miliar rupiah,  beber Dodi.

“Amper juga mendesak, agar Kasubag Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemprov Riau, Edwar agar diperiksa. Kerena diduga kuat telah melakukan penyimpangan prosedur terkait  proses pelelangan” tegas Dodi.

Salah seorang anggota Amper menyebutkan,  Amper mempertanyakan  alasan Pemuda Pancasila (PP) menghalangi aksi Amper yang  menyuarakan hak atau aspirasinya.

Pantauan media ini, aksi unjukrasa kali ini, sedikit memanas. pengamanan pihak Kepolisian  sedikit ketat. Hal tersebut dilakukan Untuk menghindari terjadi  bentrok susulan. Pasalnya, selama aksi Amper berlangsung, tampak puluhan massa PP melakukan pemantauan.**Jsn

Tinggalkan Balasan