Beranda Bengkalis “Kehancuran Pulau Bengkalis Semakin Dipercepat” Ratusan Hektar Hutan Manggrove Beralih Fungsi Jadi...

“Kehancuran Pulau Bengkalis Semakin Dipercepat” Ratusan Hektar Hutan Manggrove Beralih Fungsi Jadi Kolam Udang

3077
0
Salah satu lokasi hutan Yang dirambah di Jadikan Kolam Udang

BENGKALIS, SUARAPERSADA. com- Ratusan Hektar Kawasan Hutan Mangrove sebagai benteng alam Pulau Bengkalis setiap waktu terus dirambah secara ilegal dan kini telah berubah fungsi menjadi tambak udang oleh ulah pengusaha Tambak Udang tanpa tersentuh hukum oleh Penegak Hukum.

Padahal dampak dari perusakan hutan mangrove sebelah Utara, Timur, Selatan pulau Bengkalis membuat proses kehancuran pulau Bengkalis semakin dipercepat. Mengingat selama ini pulau yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka pembatas antara Indonesia dengan Negara Malaysia, sudah sejak lama dihantam abrasi Pantai. Bahkan pulau yang dulunya dijuluki kota terubuk, versi Profesor Koichi Yamamoto, peneliti dari Universitas Yamaguchi, Jepang, mengatakan Pulau Bengkalis terancam tenggelam. Hal itu akibat tingkat abrasi yang cukup parah hingga mencapai 40 meter pertahun.

Lebih lanjut Yamamoto Ahli Enviromental Engineering dan Sediment Transport itu dalam diskusi ilmiah tentang ancaman Erosi dan Abrasi Lahan Pesisir Pulau Gambut yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Bencana (PSB) Universitas Riau beberapa waktu lalu, mengaku telah melakukan penelitian selama enam tahun terakhir di Pulau Bengkalis, salah satu pulau yang berada di pesisir Riau.

Begitu parahnya kondisi abrasi yang menghantam pulau Bengkalis, namun sangat disayangkan sekali masih tersisa sedikit benteng alami berupa hutan mangrove untuk dapat menahan lajunya proses kehancuran pulau bengkalis. Tetapi itu terus dirambah oleh pengusaha tambak udang.

Bahkan secara terang-terangan Kepala Dinas Perikanan Bengkalis, Herliawan, Senin (3/2) lalu mengatakan, dilihat dari tambak yang ada hanya satu atau dua yang memiliki izin. “Setahu saya baru satu atau dua tambak udang yang memiliki izin saat ini. Sementara tambak lainnya belum memiliki izin karena terkendala status lahan pemilik usaha tambak ini masuk dalam hutan produksi terbatas (HPT),” ungkapnya

Sesuai data sementara yang diperolehi media ini, saat ini, tambak udang dikawasan tersebut sebanyak 60 lokasi, yang memanfaatkan ratusan hektar lahan Kawasan Hutan Mangrove. Mereka membabat hutan secara ilegal dan berobah fungsi menjadi kolam udang. Penguasaan huta illegal tersebut terdapat di lokasi Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Bantan Pulau Bengkalis. 

Salah Satu Kolam Udang

Investigasi Crwe Media ini di lapangan, dengan berpedoman dengan Peta sebagaimana tertuang pada lampiran Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor SK.903 /MENLHK/SETJEN/PLA.2/12/2016 Tentang Kawasan Hutan Provinsi Riau. Fakta dilapangan, beberapa titik atau lokasi tambak uang dan patut diduga, bahwa tambak tersebut masuk dalam kawasan hutan Mnagrove dan Kawasn Lindung Sepadan pantai.

Adapun tambak undang dimaksuf adalah, Tambak Udang yang terletak di areal Desa Penampi dan Kelebuk, Desa Damai, DesaTameran, Desa Penebal, Desa Pematang Duku, Desa Ketam Putih, Desa Sebauk, Desa Kelapapati Kecamatan Bengkalis. Kemudian untuk Kecamatan Bantan Pula lokasi-lokasi yang diduga masuk dalam Kawasan Hutan terletak diareal Desa Selat Baru, Desa Berancah , Desa Teluk Papal, Desa Suka Maju, Desa Pambang Baru, Desa Pambang, Desa Kembung Baru Desa Kembung Luar dan sejumlah areal Desa lainnya.

Kordinator investigasi LSM-Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan (IPMPL) Yanto mengungkapkan, bahwa terhadap sejumlah lokasi yang diduga melakukan perambahan kawasan hutan Mangrove untuk dijadikan Tambak Udang, telah pernah dilaporkan kepada pihak Dinas LHK Propinsi Riau dengan tembusan juga dikirim ke Menteri LHK, namun sayangnya sampai saat ini para pelaku sama sekali tidak tersentuh hukum, ujarnya

Yanto berharap, sebelum Kawasan Hutan Mangrove sebagai benteng alam Pulau Bengkalis punah, diminta kepada pemerintah, baik Pemkab Bengkalis, Pemprov Riau dan Kementerian Lingkungan Hidup dan aparat penegak hukum segeralah bertindak. “Selamatkan Kawasan Mangrove dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, pungkasnya,(HEN).

Tinggalkan Balasan