PEKANBARU, SUARAPERSADA.com- Hingga Maret 2023, Anak Stunting di Kota Pekanbaru tersisa 115 orang. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Indra Pomi Nasution pada aksi konvergensi percepatan penurunan stunting kepada tim Pemprov Riau di ruang pertemuan Hotel Aryaduta, Kamis (25/5/2023).
Indra Pomi memaparkan, survei tahun 2020 angka stunting mencapai 303 orang atau 11,4 persen, dan jumlah tersebut
diintervensi pada 2021 akhir yang telah diketahui tim survei dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Namun hasil survei tim pemerintah pusat, anak kategori Stunting naik menjadi 318 orang atau 16,8 persen.
Selanjutnya pada tahun 2022 akhir, kami melakukan intervensi dengan pendampingan bagi 200 keluarga.
Alhamdulillah pada Maret 2023 ini, Pemko Pekanbaru melakukan verifikasi lagi terhadap 318 orang, ternyata, anak stunting tersisa 115 orang, imbuhnya.
Saat ini, Pemko Pekanbaru terus berupaya untuk menekan anak stunting dengan menetapkan 115 Bapak Asuh Anak Stunting. Para Bapak asuh tersebut melibatkan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Prmko Pekanbaru, para Camat hingga Forkopimda, terangnya.
Bantuan telah diserahkan Bapak Asuh Anak Stunting tahap pertama kepada 115 anak berisiko stunting senilai Rp500.000. Bantuan itu berupa telur, beras, susu, dan makanan bergizi lainnya. Intervensi stunting ini dilakukan selama enam bulan.
“Jadi, setiap anak mendapat bantuan Rp3 juta selama enam bulan. Yakni, September atau Oktober, kami harap angka stunting menurun, di bawah rata-rata nasional yaitu di bawah 16 persen,” harap Indra Pomi.
Lanjut Indra Pomi, Pemko akan tetap melakukan pendampingan terhadap keluarga-keluarga berisiko stunting, baik remaja putri yang akan menikah maupun keluarga berkemampuan ekonomi rendah. Agar, bayi yang lahir tidak stunting.
“Makanya, kami melalukan penanganan stunting dengan baik dan terukur,” jelas Indra Pomi.
Dikatakan nya, hari ini Pemprov Riau melakukan penilaian terhadap 8 aksi konvergensi stunting. Delapan aksi itu antara lain, perencanaan, musyawarah, intervensi yang dilakukan, inovasi yang dilakukan, dan review data-data stunting.
“Inovasi stunting Pemko Pekanbaru adalah program Bapak Asuh Anak Stunting. Kemudian, para ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi wanita membuat sarapan pagi bagi anak-anak berisiko stunting. Begitu juga dengan
para remaja juga ikut terlibat dalam penanganan stunting,” terangnya.
Para Remaja Peduli Stunting ini membuat inovasi dengan membentuk wadah penampungan dana, baik secara fisik maupun dalam bentuk e-wallet. “Kami pastikan bantuan tersebut sampai ke anak stunting, tutup Indra Pomi.(jsR).





















































