Grand Final Festival Trio dan Solo Lagu Batak Dumai Berakhir

0
1422

DUMAI, SUARAPERSADA.com – Grand Final Festival Trio dan Solo lagu daerah suku Batak yang diselenggarakan Komunitas Putra Putri orang Batak yang peduli kelangsungan pelestarian Budaya Batak di Kota Dumai berakhir kemarin malam (Rabu 4/3) sejak dimulai pukul 20 30 wib.

Hadiah Piala bergilir Walikota Dumai tahun 2015 yang langsung diserahkan kepada peserta pemenang juara I Trio Batak oleh Walikota Dumai Khairul Anwar, mengakhiri kelangsungan acara Pestifal Trio dan Solo Batak dalam Grand Final itu.

Asisten I Pemerintah Kota (Pemko) Dumai H Dermawan, S.Sos saat mengawali pembukaan acara Grand Final itu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi Pemko Dumai atas terselenggaranya Pestival Trio dan Solo yang bernuansa Suku Batak.

“Pemko Dumai sangat mengapresiasi dan mendukung acara ini. Kalau boleh agar dilaksanakan acara seperti ini setiap tahunnya atau sekali dua tahun,” imbuh Dermawan.

Dalam apresiasinya, Dermawan menyebut event yang dilaksanakan panitia merupakan suatu bentuk pelestarian budaya suku orang Batak yang ada di Kota Dumai. “Acara budaya ini akan tetap kita lestarikan karena ini merupakan asset Kota Dumai yang lahir dari putra putri orang Batak. Jadi saya meminta anggota DPRD orang Batak di Dumai agar mendukung acara ini,” ujar Dermawan sembari menyebut para peserta audisi dalam ajang Grand Final yang kalah agar jangan berkecil hati dan yang menang jangan berbusung dada.

Festival yang dilaksanakan sebelumnya (21/2) lalu (perdana), peserta audisi terdiri dari 8 trio dan peserta solo terdiri dari 6 orang. Dalam pertandingan festival itu sebanyak 4 peserta trio ter eleminasi (tersisih), peserta Solo 2 orang tersisih. Diantara yang menamakan dirinya trio dan ter eleminasi itu adalah trio Ras,t rio Nabasa, trio Argado dan trio Satahi.

Dalam kesempatan pemberian hadiah Tropi Piala bergilir Walikota Dumai dan pemberian Sertifikat maupun uang pembinaan juara 1,2,3 dan juara harapan 1 demikian peserta solo yang diberikan oleh panitia peyelenggara, Peserta trio maupun solo yang tereliminasi itu juga diberikan penghargaan berupa Sertifikat maupun uang sagu hati dari panitia.

Sementara itu, peserta trio yang lolos acara spektakuler dalam ajang Grand Final trio Batak dan Solo itu diantaranya trio Caritas dengan personil Parman Fransiskus Situmorang, Johannes Sitompul dan Selamat Parulian Marbun. Trio Patama diantaranya Roindra Sitio, Diman Pakpahan dan Julikardi Tambunan. Trio Tamasi B.Simanjuntak, Vave Marbun dan L Sitanggang. Trio Ranto dengan personil Aprido Sitompul,Richardo Tampubolon dan Patar Tampubolon.

Dan yang meraih juara I dalam ajang lomba trio itu adalah Trio Tamasi. Sedangkan untuk solo, juara pertama diraih Merlin Yolanda Simanjuntak, juara 2 Patih Riau agung Purba, juara 3 Taho Hutabarat dan juara harapan 1 Lesvina R Tambunan. Trio Batak maupun Solo dalam Festival Budaya itu lagu wajib berjudul “TANGIANG NI DAINANG”.

Dalam acara Grand Final itu hadir Walikota Dumai Khairul Anwar, ketua DPRD Kota Dumai Gusri Effendi dan interi boru Marbun. Selain hampir seribuan masyrakat batak yang menyambangi acara itu, sejumlah tokoh Batak, Pendeta, tampak tiga orang anggota DPRD Kota Dumai dari suku Batak turut mengisi acara saat memberikan bingkisan hadiah kepada pemenang festival. Diantaranya Paruntungan Pane SE, J.Turnip SH dan Yusuf Manullang. (Tambunan)

Tinggalkan Balasan