Dana Hibah Rp 4 M RSUD Tanjung Pura Dipertanyakan

0
373

LANGKAT, SUARAPERSADA.com-
Dana hibah sebesar Rp 4.002.490.000,- yang diterima dari kementrian kesehatan untuk Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Pura, kabupaten Langkat, Sumatera Utara tahun 2022, menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak.

Dana hibah sebesar Rp 4.002.490.000,- tersebut ditujukan untuk pengadaan Alat Pendeteksi Kanker ( Mamografi ). Namun, diduga kuat pengadaan Mamografi tersebut tidak dilaksanakan dan diduga fiktif.

Adanya dugaan pengadaan Mamografi itu fiktif, Ketua DPP LSM Reaksi Sumut, Ramly kepada wartawan (9/3) mengatakan berdasarkan informasi yang dirangkum oleh team investigasi LSM Reaksi, bahwa Pemkab Langkat pada tahun 2022 ada menerima alokasi anggaran berupa bantuan pemerintah pusat dalam bentuk uang sebesar Rp4.002.490.000 untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura.

Penggunaannya untuk pemenuhan prasarana alat kesehatan (Alkes). Hal itu juga pernah dijelaskan oleh Efendi, Kabid Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Langkat kepada wartawan beberapa waktu lalu, terang Ramly.

Dalam rangka pemulihan ekonomi nasional pada rumah sakit milik daerah umumnya, pemerintah kabupaten Langkat tahun anggaran 2022 mendapat dana hibah yang tujuannya untuk mengembangkan pelayanan kangker payudara. Sesuai surat Sekertaris Jendral Kementrian Kesehatan, No.HK.02.0w/D.I/9125/2202 tanggal 29 Oktober 2022, tentang daftar penerima (Lokus) bantuan pemerintah berupa bantuan layanan dalam bentuk uang hibah dari pemerintah, ungkapnya.

Selain itu, juga pernah disampaikan oleh Bendahara RSUD Tanjung Pura, M. Nur kepada wartawan media online beberapa waktu lalu yang menjelaskan pihak RSUD Tanjungpura hanya sebatas menerima dana bantuan saja dan nantinya akan membayarkan kepada pihak ketiga ( pihak rekanan pengadaan ). Dikarenakan PPTK nya langsung dari Kementrian Kesehatan.

RSUD Tanjung Pura menerima dana hibah itu, untuk memenuhi sarana prasarana perawatan, yakni pembelian alat pendeteksi kangker payudara (Mamografi). “Sampai saat ini dana yang sudah masuk ke rekening milik RSUD Tanjung Pura sebesar 50 persen dari jumlah totalnya,” ungkapnya.

Awak media telah melakukan konfirmasi kepada dr. Immanuel Pinem, selaku Direktur RSUD Tanjung Pura, kabupaten Langkat, melalui telepon selulernya, namun sampai berita ini di tayangkan, belum mendapat klarifikasi tentang dana hibah Rp 4 M tersebut.

Dr. Immanuel Pinem mengatakan bahwa dirinya kurang sehat saat ini dan meminta kepada awak media untuk datang ke RSUD Tanjung Pura, pada hari Rabu (13/03/2024) guna memberikan klarifikasi. (BS)

Tinggalkan Balasan