Cassarolly Sinaga SH MH Sampaikan Pandangan Umum Dalam Musyawarah PK Komda Provinsi Riau

0
133
Cassarolly Sinaga SH MH

DUMAI, SUARAPERSADA.com – Ketua Pemuda Komisariat Cabang Dumai, Cassarolly Sinaga SH MH, disela Musyawarah Pemuda Katolik (PK) Komisariat Daerah (Komda) Riau IV ldi Labersa Hotel Kabupaten Kampar, Riau menyampaikan pandangan umum dalam musyawarah PK Komda se Riau, Senin (1/6-2021) lalu.

Cassarolly Sinaga SH MH, yang juga menggeluti profesi Advokat dan berkantor Kota Dumai saat disambangi media ini diruang kerjanya, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Dumai, Kamis (3/6-2021), menyampaikan terimakasih dan apresiasinya atas suksesnya pemilihan ketua baru PK dalam musyawarah PK Komda se Riau.

Dijelaskan Cassarolly, acara musyawarah Pemuda Katolik Komisariat Daerah Riau IV dilaksanakan bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila berjalan lancar dan sukses. Dengan hasil terpilih Lorensius Purba sebagai ketua PK Komda Riau yang baru untuk periode 2021 – 2024.
Lorensius Purba sebagai ketua PK Komda Riau melalui proses musyawarah mufakat oleh beberapa Komcab yang hadir. Diantaranya dari PK Cabang Dumai, PK Cabang Rohil, PK Cabang Kampar, PK Cabang Bengkalis, PK Cabang Pekanbaru, PK Cabang Inhu dan PK Cabang Siak, papar Cassarolly Sinaga, SH.MH.

Cassarolly Sinaga, SH.MH ini, menyampaikan selamat atas terpilihnya ketua PK Komda Riau yang baru.”Selamat atas terpilihnya Sdr. Lorensius Purba. Harapan kita, dibawah kepemimpinan beliau, Pemuda Katolik harus bisa menjadi perekat dalam perbedaan, merajut kebersamaan dengan elemen pemuda lainnya tanpa melihat suku dan agama serta mampu memberikan kontribusi positif kepada Gereja dan  tanah air Indonesia. Pro ecclesia et patria 100 % Katolik,100% Indonesia”, harap Cassarolly.

Lorensius Purba sebagai ketua PK Komda Riau, dengan segala rendah hati menerima amanah yang harus diemban untuk menakhodai PK Komda se Riau.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Semoga, amanah ini bisa saya jalani dengan baik dan tentu membutuhkan kerjasama dari rekan-rekan. Terlebih di era pandemi ini, menjadi tantangan sendiri bagi saya dan kepengurusan yang baru nantinya,” kata Lorensius Purba

Proses kaderasisasi itu menurut Lorensius menjadi penting untuk menjaga marwah Pemuda Katolik sebagai organisasi pengkaderan. Bahwa, regenerasi perlu dilanjutkan mengingat tantangan masa depan bangsa semakin nyata.

Sebelum Muskomda dilangsungkan, pada pagi hari para peserta yang yang terdiri dari perwakilan Pemuda Katolik Komcab se Riau mengikuti Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD). Dengan pemateri dari Akademisi Prof Yusmar Yusuf, Aktivits Gereja Katolik Maria Magdalena Huiniati, Pembimas Katolik Kemenag Kanwil Riau, Ali Masa Gea dan Dewan Pakar Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma.

“Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, KKD dan Muskomda yang kita gelar hari ini diharapkan bisa menjadi pemantik bagi generasi Muda Katolik untuk terus berkarya nantinya bagi bangsa dan gereja. Sebab, Indonesia saat ini tengah mendapatkan Bonus Demografi, yang artinya populasi usia produktif lebih besar ketimbang usia non produktif,” tegas Ketua Panitia KKD & Muskomda IV Riau, Dian Barnawan.

Ketua PK Komda Riau Demisioner, Pandapotan Sitanggang menjelaskan hari ini menjadi hari sejarah bagi organisasi katolik di Riau.
Bahwa kita tetap menjaga semangat kaderisasi dan regenerasi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pandapotan juga menyampaian Labersa Hotel mejadi tempat yang melahirkan sejumlah nama pemimpin organisasi yang hebat.
Seperti terpilihnya Ketua DPD Partai Demokrat Riau pada tahun 2017 hingga penetapan Aburizal Bakrie alias Ical sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2009-2015

“Semoga hal ini juga memberikan nuansa postif bagi kita, memberikan semangat sehingga mampu melahirkan pemimpin pemimpin Katolik yang militan,” singkat Dia.

Hal senada juga disampaikan, Pastor Moderator Pemuda Katolik Riau, Pastor Emilius Sakoikoi, PR. dalam sambutannya, mengatakan proses hari ini akan melahirkan pemimpin baru. Juga, KKD menjadi sarana melahirkan kader kader Katolik yang berisi.

“Hal ini menjadi penting untuk meningkatkan kapasitas generasi muda Katolik kita di Bumi Lancang Kuning. Selamat bermusyawarah, meski ada perbedaan pada musyawarah nantinya, hal itu wajar selama tidak terbawa emosi sehingga menghasilkan kata sepakat,” tandas dia.

Gelaran ini juga diapresiasi oleh Perwakilan KNPI Riau, Misbah. Dia memaparkan Pemuda Katolik menjadi instrumen penting bagi KNPI sebagai wadah besar bagi organisasi di Indonesia.

“Proses pengkaderan ini menjadi penting karena akan melahirkan kader kader baru yang berkualitas. Sehingga nantinya siap untuk terjun di tengah masyarakat. Juga penting diketahui, organisasi selain mengurus administrasi, tetapi juga mesti menanamkan nilai nilai spritual,” tegasnya.

Sementara perwakilan Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Johannes Sihotang menilai gerakan PK Komda Riau patut diapresiasi. Pasalnya, kegiatan KKD dan Muskomda ini menandakan bahwa Komda Riau masih tegak lurus menjalankan mandat organisasi.

Apresiasi untuk pengurus sebelumnya yang dimana kami menilai PK Komda Riau saat ini bisa dikatakan termasuk lima besar dalam hal gerakannnya yang progresif secara nasional,” kata Johannes yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pemuda Katolik Komda Kepulauan Riau.

Ia berharap kepada kepengurusan yang baru nantinya agar tetap menjaga torehan ini melalui karya nyata. “Bahkan, kalau bisa lebih ditingkatkan,” harap nya.

Adapun kegiatan ini dihadiri oleh lintas organisasi lainnya, seperti Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), GP Ansor Riau, KNPI Riau, Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI), PMKRI dan tamu undangan lainnya.

Sejarah Pemuda Katolik tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan Gereja Katolik, realitas sosial kemasyarakatan, situasi konkrit kaum muda dan perjalanan sejarah bangsa.

Karena itu catatan sejarah Pemuda Katolik senantiasa bersentuhan bahkan berkaitan dengan sejarah pergerakan, perjuangan, perkembangan pemuda Indonesia, Pemuda Katolik merupakan organisasi kemasyarakatan pemuda yang dibentuk pada tanggal 15 November 1945 di Yogyakarta dengan Santo Pelindungnya Santo Yohanes Berchmans.

1. 1928 Pemuda Katolik Jakarta aktif dalam kongres Pemuda Indonesia. 2. 1931 April pembentukan Pemuda Katolik di Tomohon, Sulawesi Utara.
3. 1938 Persatuan Pemuda Katolik, Ikut dalam kongres Pemuda Indonesia III.
4. 1945 Tanggal 9-10 November Kongres Pemuda Katolik Indonesia I setelah proklamasi. Pemuda Katolik terpilih se-bagai salah satu anggota DPP Badan Kongres dan anggota Badan Pekerja. Dalam Kongres Pemuda Katolik tegas menolak bergabung dengan Pesindo. 15 November Angkatan Muda Katolik Republik Indonesia (AMKRI) dideklarasikan.
5. 1948 Wakil Pemuda Katolik (AMKRI) duduk sebagai anggota Presidium Kongres Pemuda Indonesia.
6. 1949 17 Agustus AMKRI aktf dalam Kongres Pemuda Indonesia. Organisasi-organisasi Kepemudaan (SOSMAS) Katolik bergabung dalam Muda Katolik Indonesia (MKI).
7. 1951-1965 Terintegrasi dengan perjuangan politik Partai Katolik.
8. 1960 MKI berubah nama menjadi Pemuda Katolik.

Dengan melihat sejarah pergerakan diatas, Pemuda Katolik yang sekarang menjadi sarana pembelajaran / organisasi kader.

Berawal dari Angkatan Muda Katolik Republik Indonesia (AMKRI), yang dideklarasikan di Yogyakarta, 15 November 1945 sebagai Organisasi Kemasyarakan (Ormas), Oikos dan Habitus kader bangsa.

Sesuai dengan konteks dan tuntutan zaman, Angkatan Muda Katolik Republik Indonesia di Solo berubah nama menjadi Pemuda Katolik.

Sebagai Oikos dan Habitus kader bangsa, Pemuda Katolik berziarah terus bersama kompenen-komponen bangsa ini dalam pangkuan Ibu Pertiwi, Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Dalam rangka mengawal Ideologi Negara, Pancasila sebagai Dasar Negara, Pemuda Katolik senantiasa bersama-sama dengan semua pihak yang berkehendak baik mendukung dan melestarikan hari-hari depan Gereja dan Bangsa yang menciptakan kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang melupakan ungkapan realisasi Konsili Vatikan II Dokumen-Dokumen Misi yang dasarnya merupakan jawaban-jawaban atas situasi konkrit yang dihadapi Gereja dalam pelaksanaan praktis perutusannya. ** (Tambunan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here