PEKANBARU, SUARAPERSADA.com-Sayed Junaidi Rizaldi, salah seorang Aktivis ’98 menilai wacana pengangkatan Budi Arie Setiadi sebagai Kepala Staf Kepresidenan merupakan langkah yang tepat untuk dilakukan. Pasalnya Budi Arie Setiadi sudah cukup teruji, dengan beragam pengalaman yang dimilikinya.
Menurut pria yang akrab disapa Pak Cik ini, rakyat Indonesia jangan lagi terjebak dengan dikotomi antara sipil dan militer. “Karena yang terpenting jabatan tersebut diisi oleh orang yang memiliki potensi dan kemampuan. Apalagi untuk jabatan Kepala Staf Kepresidenan tersebut juga tidak ada larangan kalau diisi dari kalangan sipil,” kata Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Riau ini.
Menurut Sayed, secara kualitas Budi Arie Setiadi tak diragukan lagi. Salah satu bukti, dia mampu membangun dan membuat jaringan Pro Joko Widodo (Projo) yang kuat serta solid, di semua provinsi dan seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
“Budi Ari Setiadi yang juga salah seorang Aktivis 98, mampu membangun Projo di seluruh Indonesia sampai ke tingkat kabupaten dan kota, sekaligus menjadi ketua umum DPP-nya,” ungkap Sayed kepada Suara Persada, Kamis (27/8).
Menurut Sayed, Budi Arie Setiadi juga merupakan salah seorang aktivis 98, yang tahu betul arah dan tujuan reformasi. Dengan diisinya jabatan tersebut oleh Budi, menurut Sayed, apa yang menjadi harapan masyarakat bisa dijembatani secara langsung.
“Dengan hadirnya beliau sebagai Kepala Staf Kepresidenan, diharapkan pengawalan pembangunan juga akan rapi, karena beliau juga mengawal kinerja presiden secara langsung. Saya sangat mendukung kalau beliau diangkat menjadi Kepala Staf Kepresidenan,” ujar Sayed.
Selain itu, Sayed yang juga merupakan aktivis 98 mengatakan, Budi Arie Setiadi juga merupakan sosok yang mudah bergaul dan berkomunikasi. Ia merupakan lulusan S1 dan S2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI). Ia kemudian juga melanjutkan S2 di bidang managemen pembangunan sosial UI.
“Beliau juga sudah terbiasa berkomunikasi dengan masyarakat berbagai kalangan, hingga masyarakat bagian bawah. Namun ia juga biasa berbincang dengan para menteri, pimpinan parpol dan pengusaha nasional, dan juga mempu berbicara mendetail soal bursa saham, perbankan, mau pun ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.***






















































