PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pemuda Riau (AMPER), kembali menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Senin (22/2). Dalam aksinya, Amper mendesak Kejati Riau, mengusut dan menghentikan praktek monopoli proyek di lingkungan Pemprov Riau oleh keluarga Plt Gubri Arysyadjuliandi Rachman yang dijuluki dengan Trio Rachman.
Namun sebelum aksi berlangsung, massa Amper yang berkumpul di Jalan Cut Nyak Dien depan Pustaka Suman HS, dicoba dihalangi oleh massa Pemuda Pancasila (PP) dan nyaris terjadi bentrok, sempat terjadi saling dorong antar massa. Namun berkat kesigapan aparat Kepolisian mengamankan situasi sehingga bentrok massal antara antifis Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pemuda Riau (Amper) dengan anggota Pemuda Pancasila (PP) tidak berlanjut.
Selanjutnya, massa Amper dengan long march langsung menuju Kantor Kejati Riau dan menggelar orasi di depan pintu gerbang Kantor Kejati Riau yang telah tertutup rapat.
Dalam orasinya, Koordinator aksi Dodi Sugiarto membeberkan, bahwa prtaktek monopoli proyek di lingkungan Pemprov Riau oleh Trio Rachman yang dilakukan secara terang-terangan. Merupakan perbuatan melanggar hukum dan merugikan masyarakat.
Tahun 2015 lalu Unit Layanan Pengadaan ( ULP) melelang proyek dengan nilai sekitar dua triliun rupiah. Dimana dalam pelaksanaannya, diduga terjadi penyimpangan. Yang mengakibatkan kerugian negara sekitar tiga puluh miliar rupiah, beber Dodi.
“Amper juga mendesak, agar Kasubag Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemprov Riau, Edwar agar diperiksa. Kerena diduga kuat telah melakukan penyimpangan prosedur terkait proses pelelangan” tegas Dodi.
Salah seorang anggota Amper menyebutkan, Amper mempertanyakan alasan Pemuda Pancasila (PP) menghalangi aksi Amper yang menyuarakan hak atau aspirasinya.
Pantauan media ini, aksi unjukrasa kali ini, sedikit memanas. pengamanan pihak Kepolisian sedikit ketat. Hal tersebut dilakukan Untuk menghindari terjadi bentrok susulan. Pasalnya, selama aksi Amper berlangsung, tampak puluhan massa PP melakukan pemantauan.**Jsn




















































