PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Aktivitas Bengkel Cat OVEN Cipta Karya Mobil yang beralamat di jalan Garuda nomor 44 Labuh baru Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru di tuding mengganggu ketenangan dan kenyamanan warga sekitar. Pasalnya, aktifitas dibengkel tersebut berlangsung siang hingga larut malam seraya mengeluarkan suara bising. Akibatnya, warga tidak bisa beristirahat dengan tenang.
Salah seorang warga sekitar bengkel yang minta identitasnya tidak dipublikassikan, menyebutkan, suara mesin di bengkel CKM bagaikan gemuruh petir.
“Setiap malamnya warga tidak bisa tidur dengan nyaman, begitu juga saat ada kegiatan keluarga, sangat terganggu. Dia juga merasa heran jenis mesin yang digunakan pemilik bengkel ini mengeluarkan suara yang cukup keras,” ungkapnya.
Pemilik Bengkel CKM yang belakangan diketahui bernama Ahun didampingi Abeng, saat dikonfirmasi di salah satu ruang bengkel membantah tudingan tersebut. Menurutnya, aktifitas di bengkel yang ia pimpin tidak pernah mengganggu ketenangan warga sekitar. “Hubungan kita dengan warga sini baik baik saja kok,” ujar Ahun.
Ditanya, aktifitas yang berlangsung hingga larut malam. Lagi lagi Ahun membantah. “Aktifitas sehari hari paling lama hingga pukul 20.00 WIB. Kalaupun ada paling lama jam 11 malam. Itupun hanya sesekali saja, bukan setiap hari. Lagian, suara mesin di bengkel kita ‘ndak telalu mengganggu koq,” kilahnya.
Abeng menambahkan, bengkel CKM sudah beroperasi sejak 20 tahun lalu. Bengkel ini dulunya tanah milik H. Sulaeman yang bekerjasama dengan pihaknya dengan sistim bagi hasil. “Izin HO –nya, ada kok. Mana berani kita buka usaha tanpa ijin,” tukasnya.
Abeng sedikit kecewa dengan issu tersebut, karena drkama ini tidak ada warga yang komplaen dan hubungan sehari hari baik baik saja. Kalau mislnya ada yang kurang baik, sebaiknya langsung berhubungan dengan kami. “Kita selalu terbuka kok,” ucapnya.
Namun demikian kata Abeng, kami akan membangun komunikasi kembali dengan warga sekitar bengkel, “sehingga keberadaan bengkel ini tidak menimbulkan persepsi negatif ditengah masyarakat,” pungkas Abeng.
Pantauan dilokasi, gedung bengkel yang terdiri dari satu ruang besar yang penuh dengan mobil mewah yang sedang dan akan di cat. Berikut satu unit ruko juga dijadikan ruang bengkel dan tempat parkir mobil. Sementara limbah dari bengkel dialirkan langsung ke drainase jalan Garuda. (js)



















































