PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Mengacu kepada kelender pendidikan, evaluasi hasil pelajaran atau mid semester seharusnya sudah dilaksanakan pada awal oktober 2015 lalu. Namun akibat bencana asap yang terus menyelimuti kota Pekanbaru terpaksa ditunda. Demikian disampaikan Kabid.Dikdas Disdik Pekanbaru, Darisman,M.Pd, diruang kerjanya, Selasa (6/10).
Dijelaskan Darisman, untuk pelaksanaan Mid semester Disdik menyerahkan sepenuhnya kepada masing masing sekokah dan tidak terjadwal. Namun kata Darisman, sebelum Mid semester dilaksanakan, pihaknya telah memerintahkan agar sekolah melakukan belajar terobosan selama dua hari dalam seminggu.Yakni, hari Senin dan Kamis, juga membuat tugas belajar anak anak selama masa libur.
Diakuinya, saat ini, sesuai juknis kurikulum,anak anak sudah ketinggalan pelajaran. Hal tersebut disebabkan libur yang berkepanjangan, a”kibat kabut asap,sudah hampir dua bulan,” kata Darisman.
Untuk mengejar ketinggalan tersebut, sesuai hasil koordinasi pihak Disdik berserta seluruh kepala Kepala sekolah, Pengawas, MKKS dan guru, telah disepakati satu formula dan inovasi untuk diterapkan selama asap masih mangepung Pekanbaru, terangnya.
Adapun Formula dimaksud adalah, belajar terobosan dua kali salam seminggu, membuat tugas belajar siswa dirumah. Selanjutnya, masing masing guru diharuskan membuat Midul yang efektif dan mudah dimengerti siswa. “Guru diminta untuk membuat Lembaran Kerja (LK). Dan hasil dari modul san LK akan dijadikan sebagai dasar untuk nilai mid semester,” urainya.
Lagi kata Darisman, dengan formula ini, pihaknya optimis, para siswa akam mampu mengejar ketertinggalan pelajarannya. Dan yang paling menentukan adalah, kerjasama dari orang tua siswa, agar mengawasi dan mengarahkan anak anak untuk belajar semasa libur, tutupnya.**(jsn)



















































