MEDAN, SUARAPERSADA.com – Bencana kabut asap yang terjadi karena dampak kebakaran lahan di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan, kembali menyelimuti kawasan Bandara Kualanamu International Airport (KNIA), Selasa (06/10).
Seperti jelang malam , kabut asap tampak pekat di KNIA. Akibatnya jarang pandang diperkirakan hanya mencapai sekitar 500-700 meter saja.
“Dari tadi siang asapnya mulai tebal, sore jelang malam terlihat makin parah,” kata Aritonang, seorang sopir bus Damri khusus bandara KNIA, kepada suarapersada.com.
Menurut dia, biasanya kalau dari jembatan fly over sudah terlihat pintu masuk bandara. Namun malam ini tidak tampak.
Duty Manager KNIA, Baikuni, saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui berapa jadwal penerbangan yang terganggu akibat kabut asap.
“Nanti saya koordinasi dulu dengan airlines. Memang kabut asap tampak semakin tebal,” katanya.
Sementara, Jurung Simanjuntak (35) salah seorang sekuriti di KNIA mengakui kabut asap yang menyelimuti KNIA akhir-akhir ini sudah sangat mengganggu.
“Sesak juga dibuat asap ini, apalagi yang bekerja di lapangan . Asap ini bahaya, udara sudah tercemar,” ucapnya.
Terpisah, Bonar, warga Simpang Melati, mendesak Pemko Medan agar turun tangan untuk memperhatikan masyarakatnya atas bencana kabut asap ini.
“Perhatikanlah warga, kondisi ini sudah memprihatinkan. Udara sudah tercemar. Sebaiknya diambil kebijakan seperti membagikan masker, memeriksa kesehatan warga, jangan jadi penonton saja. Nanti sudah jatuh korban baru berbuat ,” katanya.
Sementara itu menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah Sumatera Utara mencatat kualitas udara, hari ini, Selasa (06/10) di Medan sekitarnya mencapai 180 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori tidak sehat.**win



















































