MEDAN, SUARAPERSADA.com -Puluhan warga Bagan, Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, mendatangi Mapolsek Percut Sei Tuan, Senin (06/04) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kedatangan warga yang berdomisili dari Dusun 16,17, dan 18, Bagan Percut itu meminta Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Ronald Sipayung, agar mengerahkan anggotanya untuk mensterilkan kampung tersebut dari peredaran Narkoba dan Judi.
“Di sana udah sarang Narkoba buktinya, banyak penjual Narkoba seperti Sabu dan Ganja. Bisa hancur generasi kami. Di setiap sudut juga banyak segala jenis Judi dari Kartu sampai Mesin. Kalau Judi Ding dong masih bisalah di maklumi. Tapi setiap hari juga banyak Judi Kartu selain itu, Sabu udah macam makai barang biasa aja. Makanya kami datangi Polsek agar polisi mau memberantasnya,” ungkap ibu Iting Tarigan di Mapolsek Percut.
Menurutnya, para pemasok Ganja dan Judi di kampungnya itu merupakan penyesatan dan bukan asli dari Kampung Bagan, Desa Percut. Namun sayangnya, keberadaan mereka sudah seperti Harimau yang memiliki kuku dan gigi yang tajam sebagai tameng kekebalan agar tak tersentuh polisi.
“Katanya barang itu dari luar sana dan disupplay orang luar juga. Sekarang juga banyak warga sana yang sudah jadi penjual disana. Salah satu penjualnya berinisial IL dan pemilik Ding-dong itu si FT. Kalau bisa mereka di berantas disana,” ujar ibu lainnya, Ijah.
Kalau tanggapan mereka tak ditanggapi atau tak terlaksana dengan sebagaimana mestinya, maka warga akan melakukan demo ke Polda Sumut.
“Kemarin kami juga sudah ke sini sama penghulunya bernama, Faisal dan beberapa bapak-bapak dari sana. Tapi belum ada tindakan. Kalau ini juga tak ditindak, kami rencananya akan ke Poldasu. Karena Narkoba bandit yang sangat ditakuti. Kami orang miskin dan rata-rata nelayan, kalau warga ditempat kami sudah kecanduan Narkoba, bakal hancurlah kami dengan penghasilan yang gak seberapa,” desak warga.
Terkait tuntutan para warga yang kebanyakan kaum ibu-ibu ini, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Ronald Sipayung, langsung membentuk tim guna menindak lanjuti laporan tersebut.
“Kita sudah bentuk tim guna mengecek kebenarannya. Anggota sudah kita kerahkan bersama perwakilan warga untuk melihat situasi,” tegasnya.**Win




















































