
MENGANTISIPASI terulangnya bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kedepannya, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pengolahan lahan yang baik tanpa harus dibakar.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar saat menghadiri acara coffee morning bersama media massa, di Posko Media Center Karhutla, Minggu (22/9/2019).
Syamsuar menjelaskan, bahwa pihaknya bekerjasama dengan balai pertanian akan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa tidak hanya sawit yang menjadi pokok penghasilan masyarakat namun masih banyak tanaman lainnya.
“Riau hijau sebenarnya salah satu antisipasi kita dengan karhutla. Perlahan kita akan memperbaiki kondisi Riau dengan tidak lagi membakar hutan dan lahan dan mengolah lahan dengan sebaik mungkin,” papar mantan bupati Siak itu.
Syamsuar juga menyebutkan, salah satu contoh tumbuhan yang menjanjikan adalah dengan berkebun ubi racun. Ubi racun menjadi salah satu komoditas ekspor.
“Di Kabupaten Kampar sudah dipraktekkan 10 bulan sudah panen, pembelinya banyak. Kita sudah diundang untuk melakukan panen,” jelas Gubri.
Tambahnya, masih banyak komoditas ekspor lainnya yang cocok untuk tanah di daerah Riau seperti padi gogo, kencur, pinang dan lainnya.
Imbuh Syamsuar, kedepannya Ia akan terus memperbaiki lingkungan termasuk kanal blocking untuk membuat daerah gambut supaya tetap basah.
“Kita akan terus berupaya memperbaiki lingkungan Riau,” pungkas Syamsuar.**(Adv/hmsprovriau)


















































