Meskipun Riau Diguyur Hujan, BPBD Tetap Siaga Karhutla

0
325
Kepala bidang kedaruratan BPBD Riau, Jum Gafur

PEKANBARU, SUARAPERSADA.comKabut asap di Riau perlahan mulai hilang akibat guyuran hujan pada tiga hari terakhir ini. Jarak Pandang sebelumnya hanya 300 meter, sekarang sudah kembali normal hingga jarak pandang 3000 meter. Kondisi pencemaran udara saat ini di Pekanbaru dalam posisi sedang.  

Namun, kendati kabut asap di Riau perlahan sudah hilang bukan berarti tugas Tim Karhutla sudah selesai. Mereka ternyata tetap bertahan di lokasi bertugas untuk memadamkan api yang saat ini masih tersisa lima titik api (hotspot) di Riau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi Riau Edward Sanger melalui kepala bidang kedaruratan, Jum Gafur mengatakan BPBD Riau masih tetap Siaga walaupun titik api sudah mulai hilang.

“Kami masih tetap siaga meskipun hujan membasahi titik api di beberapa wilayah seperti Pelelawan, Dumai dan  Pekanbaru. Personil satgas karhutla masih di lokasi,” kata Jum Kepada suarapersada.com, Kamis (25/09/19) di ruang kantornya.

Ia menambahkan alasan pihaknya masih bertahan dikarenakan kondisi cuaca bulan ini bukan musim penghujan. Karena guyuran hujan beberapa hari terakhir ini ialah hasil penyemaian garam (awan0, sehingga sewaktu-waktu bisa saja kebakaran terulang kembali.

“Bulan September belum musim penghujan, karena masih bantuan penyemaian garam, mana tahu tiga hari lagi tidak ada hujan dan titik api lagi bertambah jadi kita tetap siaga,” imbuh Jum Gafur.

Sementara itu BMKG Provinsi Riau merilis prakiraan cuaca pada tanggal 26 September 2019, bahwa intensitas hujan ada di beberapa wilayah Riau yaitu, kabupaten Kampar intensitas hujan ringan pada pagi hari.

Kemudian wilayah kabupaten Siak, kabupaten Bengkalis, kepulauan Meranti dan kota Dumai berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan dapat disertai petir pada siang dan sore hari. Selanjutnya potensi hujan intensitas ringan hingga sedang pada malam hari aka terjadi di wilayah kabupaten Rohil,Rohul, Kota Dumai,Siak, dan sebagian Kabupaten Bengkalis.

Sementara, titik panas di Provinsi Riau saat ini mencapai tiga titik api yaitu di kota Dumai dua hotspot, dan Pelelawan satu hotspot.

Menurut Yudhistira, Staf BMKG mengatakan titik api perlahan mulai berkurang akibat intensitas hujan dibeberapa daerah provinsi Riau. Untuk wilayah Sumatera titik api terpantau ada 139 sementara di Riau ada 5 titik api yang terpantau.

“Di Riau ada Lima titik api yang terpantau. Di kota Dumai 4 hotspot, Pelelawan 1 hotspot. Untuk satu minggu ini kita perkirakan hujan ringan karena masih bantuan penyemaian garam. Karena bulan ini belum saatnya musim penghujan. Arah mata angin berubah ke arah timur, tapi nanti angin kembali ke barat dan selatan barulah mulai musim hujan,” terang Yudistira saat merilis prakiraan cuaca dikantornya.**(Hombing)

Tinggalkan Balasan