Aksi Demo Sejumlah Oknum ASN Dishub Dumai Dituding Salah Sasaran

1
499
Oknum pegawai Dishub mengangkat dan mengeluarkan meja bendahara dan meletakkannya diluar depan kantor saat protes terlambatnya pencairan tunjangan kinerja

DUMAI, SUARAPERSADA.com  –  Tindakan para oknum pegawai Kantor Dinas Perhubungan Pemko Dumai melakukan demo didepan kantor sendiri, kantor Dishub, sangat disayangkan sejumlah pihak.

Karenanya masyarakat yang menonton kejadian yang seharusnya tidak pantas dilakukan sejumlah aparatur pemerintah itu meminta Walikota Dumai, Zulkifli AS mengambil tindakan atau sanksi tegas.

Aksi demo oleh sejumlah oknum Aparat Sipil Negara (ASN) lingkungan kantor Dishub Dumai ini berlangsung Senin 17/6/19 pagi sekitar pukul 09 30 wib.

Sumber media ini menyebutkan demo pegawai dilingkungan dishub Dumai dipicu rasa kesal dan resah ketika tunjangan kinerja alias THR mereka tidak dapat cair saat suasana mau hari raya idul fitri kemaren.

Namun kata sumber yang juga merupakan oknum pegawai Dishub itu yang mengaku tidak turut ikut demo menyebut seharusnya teman-temannya (pegawai) tidak harus melakukan demo yang mengundang image buruk institusinya.

“Saya menyayangkan para teman-teman kok hingga melakukan tindakan demo itu, karena tindakan mereka dapat merusak image buruk institusi. Memang yang mereka lakukan itu merupakan sebuah bentuk tindakan protes atas keterlambatan cairnya dana tunjangan kinerja yang seharusnya diterima sebelum hari raya kemaren,” ungkap sumber media ini yang enggan namanya ditulis menyebut mengulangi seharusnya tidak perlu berdemo.

Sumber ini membenarkan, bahwa keterlambatan pencairan dana tunjangan kinerja itu terjadi karena adanya masalah proses administrasi dan kemudian sudah dilakukan perbaikan dan saat ini diakuinya sudah sedang proses pencairan.

Sementara itu, sumber media ini yang tidak membenarkan tindakan rekan-rekannya yang demo juga sangat menyayangkan sikap oknum pegawai yang hingga sampai mengangkat dan mengeluarkan meja bendahara dishub dan meletakkannya diluar depan kantor Dishub itu.

“Itu tindakan memalukan dan tidak terpuji karena dilakukan oknum pegawai aparatur pemerintah sendiri. Apalagi tindakan mereka salah sasaran,” ungkap sumber itu lagi-lagi menyayangkan kejadian itu dan berharap agar pimpinannya atau walikota harus bertindak mengambil sanksi.

Sumber tersebut mengatakan, oknum pegawai yang menyuruh dan mengangkat meja bendahara ke luar kantor dinilainya sangat keliru dan tidak berpikir rasional sebagai aparatur negara apalagi diperolehnya informasi yang menyuruh melakukan mengakat meja bendahara keluar kantor adalah pegawai yang nota bene salah satu oknum kepala bidang (kabid) di kantor itu dan saat kejadian sekreraris Dishub pun ada saat peristiwa itu namun disayangkan kok terjadi demo, kata sumber.

Namun kebenaran kejadian itu, awak media ini belum berhasil mengkonfirmasi oknum kabid dimaksud dan terhadap sekretaris Dishub, Marjohan, juga belum dapat dimintai penjelasannya.

“Seharusnya oknum rekan-rekan saya yang mengeluarkan meja bendahara harus tau tupoksi seorang bendahara. Memangnya apa bendahara itu penentu pengambil tindakan di kantor dishub ini”, imbuh sumber itu seraya menyangkan sikap oknum yang mengeluarkan meja bendahara kok bukan protes ke pimpinan.

Ia (sumber) ini mengakui, bahwa terjadinya kendala atau molornya dana tunjangan kinerja tidak keluar sebelum hari raya sepengetahuannya bukan kesalahan bendahara, justru bendahara berupaya keras agar dana tersebut klir dan cair.

Akan tetapi karena ada kesalahan proses dan bukan kesalahan bendahara dan bukan penentu, dana tersebut tidak dapat dicairkan sebelum hari raya kemaren, kata sumber.

“Sebenarnya semua pegawai dishub sudah mengetahui masalah tersebut bukan kelalaian dan bukan kesalahan bendahara. Akan tetapi para rekan-rekan saya tidak berani protes kadishub atau pimpinan sehingga mengorbankan bendahara hingga demo protes mengangkat dan mengeluarkan meja bendahara ke keluar kantor,” ujarnaya.

Sementara itu, bendahara pengeluaran kantor Dishub Dumai diminta tanggapannya ditempat terpisah, kepada media ini mengaku menyayangkan sikap para teman-temannya.

“Saya dapat informasi dari teman di kantor yang tidak ikut demo menyebut ada sejumlah pegawai yang turut demo merupakan kawan saya yang selama ini selalu ada aku bantu, ada yang datang ke rumah saya meminjam uang saya katanyalah bawa berobat anaknya dan lain-lain, tetapi sanggup mendemo saya,” ujar bendahara itu mengaku kesal padahal mereka tahu bukan kesalahan saya, katanya lagi.

Bendahara pengeluaran dishub ini mengaku bahwa sebenarnya permasalahan tertundanya pencairan dana tunjangan kinerja sebelumnya sudah dijelaskannya kepada rekan-rekannya pegawai dishub di kantornya.

“Sebenarnya pak teman-teman saya di kantor sudah tahu pokok permasalahan dana tunjangan kinerja itu terkendala cair sebelum hari raya kemarin, saya sudah menjelaskan masalahya jadi mereka sebenarnya sudah tahu tetapi kok saya yang didemo hingga meja saya diangkat keluar,” tukas bendahara ini sembari menyebut dirinya menjadi korban hinga harga dirinya merasa diinjak-injak oleh teman-temannya sendiri.

“Seharusnya mereka bukan demo ke saya tapi demo ke kadishub, tapi kok demo ke saya dan mengapa tidak berani demo pimpinan, karena semua ini adalah tanggung jawab Kadishub,” ujar bendahara ini lagi-lagi mengaku kesal sembari bertanya kepada awak media ini bagaimana kalau dirinya melaporkan oknum-oknum pegawai yang mengeluarkan mejanya keluar kantor perbuatan pidana tidak menyenangkan, namun disarankan awak media ini tidak perlu sampai kearah tersebut.

Sementara itu, menanggapi adanya aksi demo protes dikalangan sejumlah oknum-oknum pegawai Dishub hingga mengangkat dan mengeluarkan meja bendahara yang dituding banyak pihak salah sasaran itu, Kadishub Dumai, Asnar SP M.Si, belum berhasil ditemui media ini.**(Tambunan)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan