MEDAN, SUARAPERSADA.com – Adanya transaksi dan peredaran Narkotika jenis Ekstasi serta Sabu-sabu secara bebas di diskotik Lee Garden (LG) di Jalan Nibung II, Kecamatan Medan Petisah, membuat Kepolisian Daerah (Polda) Sumut berang.
Direktur Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Toga H Panjaitan mengaku, akan mengintai dan menggerebek diskotik yang saat ini sedang tutup tersebut. “Itu masuk dalam pantauan, kita akan gerebek itu nanti,” katanya kepada wartawan, (02/03).
Menurut Toga, selain menggerebek, saat ini pihaknya sedang mengincar Li Sam, selaku pemilik LG. “Iya, pemiliknya sedang dalam pencarian kita,”ujarnya.
Ditanya mengenai kebenaran, pemilik LG tersebut sudah pernah di tangkap oleh Ditnarkoba Polda Sumut dalam kasus kepemilikan Narkoba, namun akhirnya dilepas. Mantan Kapolres Asahan ini tidak menampiknya sehingga berjanji akan menangkapnya lagi. “Iya, sudah pernah di tangkap itu disini (Polda Sumut..red) tetapi sebelum saya menjabat Direktur. Kalau sudah begini ya kita tangkap lagi,”sebutnya.
Dari informasi yang dapat dikumpulkan di lapangan, pasca penutupan diskotik tersebut sejak, Selasa (10/2) sekitar pukul 21.00 WIB yang lalu. Pemiliknya (LG) masih terus beroperasi hingga saat ini secara terselubung. Bahkan, transaksi Narkoba di kawasan itu terus berjalan meskipun hanya berjarak sekitar 300 meter dari kantor Polsekta Medan Baru.
Untuk memuluskan transaksi tersebut, diduga orang-orang pemilik diskotik itu menggunakan jasa wartawan supaya tidak di gerebek. “Ada dua orang wartawan yang digunakan untuk back-up, satu Media Cetak dan satu lagi Media Elektronik. Sedangkan untuk kepolisian menggunakan jasa oknum Brimob,” kata salah satu petugas Polda Sumut yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Terpisah, ketua Gerakan Anti Narkoba (Granat) Sumut, Hamdani Harahap mengatakan, peredaran narkoba sangat sulit diberantas di Sumut, khususnya di Medan, karena pejabatnya, baik itu polisi maupun pemerintah telah menyalahgunakan wewenangnya untuk kepentingan tertentu.
Sehingga, kata dia, dapat disimpulkan bahwa negara tidak konsisten dalam pemberantasan peredaran narkoba.
“Negara seharusnya konsisten dengan keputusannya, bukan tebang pilih karena kepentingan tertentu atau karena menerima sesuatu dari pemilik diskotik lantas tidak menangkapnya” ujar Hamdani.(Win)

















































