ROHIL, SUARAPERSADA.com – Sekitar seratus tiga puluh orang warga masyarakat yang datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau menjalani operasi katarak gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. R.M. Pratomo Bagansiapiapi, pada Jumat (1/12/2017).
Koordinator kegiatan sekaligus Presiden Lion Club Bagan Batu Bintang Mulia, Ir Siswaja Muljadi mengatakan kepada sejumlah wartawan bahwa bakti sosial (baksos) operasi katarak gratis ini bekerjasama dengan Lions Club Bagan Batu Bintang Mulia, Lions Club Medan Fortune, Lions Club Rantau Prapat Mitra, Pusat Pelayanan Masyarakat Lion Indonesia (PPMLI) Medan dan pihak Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hilir (Rohil) dimulai sejak tanggal 01 sampai 03 Desember 2017.
Baca Juga :
- Garap Lahan Milik PT Diamond, Operator Alat Berat Ditangkap Tim Unit II Polres Rohil
- Dua Pelaku Narkoba Diringkus Polisi Sektor Sinaboi, Barbut Diperoleh dari Seorang DPO
- Wabup Rohil Sosialisasi Kebijakan Administrasi Dukcapil
- Kapolsek Panipahan Iptu Zulmar SH Santuni Anak Yatim
- Polsek Bangko Ringkus 2 Pelaku Narkoba dari Dua Tempat Yang Berbeda
“Kegiatannya dimulai sejak hari ini. Jumlah pasien yang sudah mendaftar sekira 270 orang, namun yang sudah kita verifikasi datanya baru berjumlah 130 orang. Jadi mulai hari ini baru 130 orang yang dilakukan operasi,” kata pria yang akrab disapa Aseng itu.
Lanjutnya, untuk dokter yang menanggai pasien di datangkan dari PPMLI Medan sebanyak enam orang, empat diantaranya perempuan dan dua laki-laki.
Menurutnya, pembukaan operasi katarak gratis tersebut rencananya akan dibuka langsung oleh Bupati Rohil H Suyatno dan Kapolres Rohil AKBP Sigit Adiwuryanto SIK SH, pada Sabtu (02/12/2017) sekitar pukul 09.00 WIB, di halaman RSUD Dr. R.M. Pratomo Bagansiapiapi.
Dia berharap kepada masyarakat yang telah dioperasi bisa menjaga kondisi kesehatannya agar tidak sampai batuk, tidak sampai demam, tidak mengangkat barang-barang berat, tidak terkena paparan asap rokok dan debu. Untuk itu diharapkan kerjasama dari para pasien sangat diharapkan.
“Kalau tidak ada kerjasama antara pasien dengan kita maka akan terjadi kegagalan. Artinya, efeknya akan ada dan kita tidak mau sampai itu terjadi, karena selama ini kita sudah susah payah mulai dari menggalang dana, melakukan survei, menjadwalkan pelaksanaan dan semuanya sudah kita lakukan,” pintanya.**(Wis)

















































