PEKANBARU, SUARAPERSADA.com-Puluhan demonstran dari Aliansi Gerakan Mahasiswa (Gema) Bengkalis, Senin (2/2), melakukan aksi unjurkasa di bundaran Tugu Zapin, markas Kepolisian Daerah (Polda) dan terakhir, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.
Mereka menuntut aparat Polda dan Kejati Riau menindaklanjuti Laporan Hasil Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tentang rekening gendut dan mencurigakan sejumlah daerah, termasuk Bupati Bengkalis Herliyan Saleh.
“Adalah sesuatu yang mencurigakan seorang bupati seperti Herliyan Saleh memiliki tabungan lebih dari Rp100 miliar,’’ tukas Kordinator Lapangan (Korlap) Gema Bengkalis Andika Putra Kenedi dalam orasinya.
Selain berorasi, massa pengunjukrasa membentang beberapa spanduk yang menuntut Polda dan Kejati Riau mengusut rekening dan aset milik Herlilyan Saleh. Mereka juga membagi -bagikan selebaran kepada pengendara jalan yang melintasi pertigaan Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Gajahmada Pekanbaru.
“Selain memiiliki tabungan di bank ratusan juta miliar, Herliyan juga terlibat dalam transaksi mencurigakan salahs atu BUMD Kabupaten Bengkalis sebesar Rp300 miliar,’’ tukasnya.
Temuan rekening gendut milik Ketua DPW PAN Riau ini pertama ini diungkapkan Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Widyo Pramono di Jakarta, pertengahan Desember 2014 lalu. Namun sejak dipublikasikan di media massa, hingga kini tidak ada kejelasan tindak lanjut pengusutannya.
“Kami mengkhawatirkan kasus rekening Bupati Bengkalis ini tidak menjadi prioritas Kejaksaan Agung, karena mengingat banyak kasus rekening kepala daerah lainnya di Riau,’’ pungkasnya.***


















































