DUMAI, SUARAPERSADA.com – Seluruh tempat usaha Gelanggang Permainan (Gelper) yang ada di bilangan Kota Dumai, tampak masih tutup, pasca petugas Markas besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri), usai melakukan penggrebekan mendadak, Senin (15/8) kemarin.
Petugas Mabes Polri, tampak hanya menggrebek di dua lokasi berbeda tempat usaha Gelper, diantaranya Gelper Star Zone di Jalan Budi Kemuliaan dan Lukcy Zone di Jalan Ombak. Kedua tempat Gelper ini, berada di Kelurahan Dumai Kota – Kota Dumai-Riau.
Namun, pasca digrebeknya dua lokasi gelper oleh petugas mabes Polri yang hingga saat ini masih terpampang garis polisi (police line-red), setidaknya ada 14 tempat usaha gelper di Kota Dumai, juga tampak ikutan tutup.
Pasca penggerebekan di dua lokasi gelper tersebut, sejumlah orang yang main gelper dan pekerja maupun pengelola usaha itu diamankan petugas Mabes Polri. Informasi diperoleh suarapersada.com, dilapangan, mereka sudah diterbangkan ke Mabes Polri untuk menjalani proses hukum.
Sejak keberadaan Gelper di bilangan Kota Dumai, yang “tumbuh bak cendawan” itu, warga Kota Dumai sudah merasa resah. Walau berita soal gelper itu juga terus menghiasi pemberitaan di sejumlah mas media di Kota Dumai, baik online, namun usaha tersebut selama ini seakan tidak tersentuh aparat penegak hukum.
Aktivitas di dalam gelper sudah menjadi rahasia umum, yakni terindikasi kuat menjadi tempat gelanggang permainan terselubung “perjudian”.
Sedangkan soal izin yang diperoleh pemilik usaha dari Pemko Dumai untuk arena gelanggang permainan anak, itu disebut berbagai sumber hanya dugaan “berkedok modus” saja.
Sebagaimana diketahui, ketika penghujung masa tugas Badrodin Haiti sebagai Kapolri saat itu, Badrodin sudah pernah menyurati seluruh Kapolda maupun Kapolres diseluruh Indonesia, termasuk Polres Dumai. Telegram Kapolri itu disebut perintah memberantas seluruh bentuk perjudian.
Berangkat dari kehadiran telegram Kapolri Badrodin Haiti ketika itu, seluruh aktivitas gelper di Kota Dumai sempat tutup sesaat saja lamanya, namun tidak lama kemudian, seluruh tempat gelper itu kemudian buka, hingga Senin (15/8) kemarin, kembali tutup setelah penggerebekan.
Hanya saja, terkait tindakan petugas mabes polri sudah melakukan penggerebekan tempat gelper itu, namun seakan belum membuat public percaya, apakah tempat gelper di Dumai akan tutup selamaya, atau akan kah kembali buka..? ini pertanyaan yang muncul ditengah-tengah public di Kota Dumai.**(Tambunan)
















































