21 Perusahaan Ikuti Diklat Pengendalian Karlahut

0
595

PELALAWAN, SUARAPERSADA.com-Sebanyak 36 orang utusan dari 21 perusahaan perkebunan di Provinsi Riau mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) Lanjutan Pengendalian kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang Asian Agri Group.

Diklat berlangsung 30 Maret – 1 April 2016 di Training Center Asian Agri, Kecamatan Kerinci Kabupaten Pelalawan.

Head Corporate Social Responsibility (CSR) Asian Agri, Rafmen menyebutkan, perusahaannya menyambut baik serta mendukung kolaborasi antara Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Riau dan Balai Diklat Kehutanan Pekanbaru yang berinisiatif menyelenggarakan Diklat Pengendalian Karlahut sebagai suatu langkah antisipasi dan pencegahan terjadinya peristiwa kebakaran lahan dan hutan.

“Kami percaya bahwa suksesnya pencegahan karlahut harus mendapatkan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, Asian Agri memberikan dukungan dengan cara memfasilitasi penyelenggaraan diklat berupa menyediakan tempat praktek, sosialisasi dan simulasi sebagai salah satu upaya pencegahan terjadinya kebakaran,” tuturnya.

Kecuali itu, tambah Rafmen, berbagai upaya pencegahan terjadinya kebakaran lhan dan hutan selama ini juga sudah gencar dilakukan Asian Agri Group, seperti pembentukan dan pembinaan Masyarakat Peduli Api dan memberikan reward bagi Desa Bebas Api atau Free Fire Village Program (FFVP) di sekitar perusahaan.

Secara berkelanjutan, Asian Agri Group gencar melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya Karlahut. Di mana pada tahun 2014, Asian Agri sudah membentuk dan membina Masyarakat Peduli Api (MPA). Bahkan baru-baru ini juga di sosialisasikan pembentukan Desa Bebas Api atau lebih dikenal dengan FFVP yang bertujuan menstimulan masyarakat untuk secara proaktif menjaga desanya agar nol kebakaran.

Ditambahkan, Manager Sustainability Asian Agri, Zulbahri, tindakan pencegahan terjadinya karlahut adalah aspek penting yang harus mendapat dukungan berbagai pihak. Melalui upaya pelatihan ini diharapkan setiap perusahaan perkebunan akan menerima informasi banyak tentang hal-hal yang terkait dengan kebakaran lahan.

“Dalam Pengelolaan Kebakaran Lahan, Asian Agri sejalan dengan kebijakan pemerintahan saat ini, yaitu memberi perhatian kepada aspek pencegahan. Melalui upaya pelatihan ini diharapkan para perwakilan perusahaan perkebunan akan menerima informasi banyak tentang hal-hal yang terkait dengan kebakaran lahan,” katanya.

Dengan tambahan pengetahuan dan pengalaman ini, lanjut Zulbahri, diharapkan setiap perusahaan di Riau lebih siap lagi dalam mengantisipasi kejadian kebakaran, baik di dalam kebun sendiri dan juga dengan desa-desa di sekitarnya.

Adapun diklat yang berlangsung selama tiga hari itu, membekali para peserta dengan keahlian untuk melakukan pemetaan titik panas berdasarkan sistem operasi smartphone Android, pencegahan kebakaran dan teknis pemadaman api.

Pencegahan kebakaran dan teknis pemadaman api menghadirkan narasumber Nur Alimin, Ketua Tim Pengendalian Kebakaran Kebun dan Lahan Tingkat Lanjut.

Pada kesempatan tersebut, Nur Alimin juga menyampaikan terima kasihnya atas fasilitasi yang diberikan perusahaan.

“Terima kasih atas bantuan Asian Agri karena dapat memfasilitasi guna suksesnya diklat ini. Terlebih lagi Training Center Asian Agri ini sangat mendukung proses kegiatan diklat. Bahkan dari training center ini, kami juga mempelajari hal hal baik dalam mengelola dan melaksanakan kegitan pelatihan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kasubag Tata Usaha Unit Pelaksanaan Tekni Pelatihan & Pengembangan Sumber Daya Perkebunan dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Rina.

“Dukungan fasilitas yang diberikan perusahaan sangat mendukung terlaksananya Diklat Karlahut ini,” pungkasnya.***(rilis)

Tinggalkan Balasan