DUMAI, SUARAPERSADA.com – Tindakan yang dilakukan pihak Rutan melakukan tes urine terhadap semua Pegawai Rutan dengan menggandeng BNK Dumai, mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan di Kota Dumai. Hal tersebut katanya membuktikan adanya pengawasan internal di dalam Rutan oleh Pimpinannya.
Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Dumai, Muhammad Lukman .Amd.IP.SH.M.Si, ketika ditemui suarapersada.com di ruang kejanya tadi pagi (Senin 11/5) mengatakan, di lakukannya tes urine di dalam Rutan merupakan bagian dari bentuk komitmennya dalam rangka melakukan upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Lingkungan Rutan. Oleh karena itu Lukman berkordinasi dan menggandeng BNK Dumai untuk melakukan tes Urine internalnya.
Dijelaskan Lukman, tes urine seluruh pegawai termasuk dirinya (Lukman), di lakukan dengan menggandeng pihak Badan Narkotika Kota (BNK) Dumai baru-baru ini, juga upaya dan komitmennya dalam rangka bersih-bersih secara internal pegawai Rutan.
Tes urine yang dilakukan oleh BNK di internal Rutan Dumai, diakui Lukman semuanya dilakukan terhadap pegawai Rutan sebanyak 37 orang termasuk Kepala Rutan itu sendiri.
Hasil tes urine yang dilakukan petugas BNK Dumai, ujar Lukman lagi, diakuinya terdapat dua orang oknum petugas yang positif terindikasi mengkonsumsi narkoba, diantaranya berinitial DS dan S.
“Dua orang ini terindikasi mengkonsumsi narkoba. Keduanya melanggar Permenhukam dan HAM RI No ; MHH/16-KP/05.02/ 2011, tentang Kode Etik Pegawai Pemasyarakatan.. Mereka akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap Lukman menjelaskan sembari menyebut hasil kegiatan dan temuan tersebut berlanjut proses pemeriksaan dari internalnya lalu hasilnya akan di kirim ke Kantor wilayah.
Ka Rutan yang akrab disapa Lukman itu, disela-sela pertemuan dan mengawali perbincangan dengan suarapesada.com tadi pagi di ruang kerjanya soal dua orang oknum pegawainya terindikasi mengkomsumsi narkoba, Lukman sempat mengkritik pemberitaan disalah satu media harian lokal di Dumai terkait anggotanya yang disebut urinnya positif.
Dalam kesempatan itu, pemberitaan salah satu media lokal yang dinilai Lukman mempojokkan dirinya, kepada suarapersada.com Lukman meluruskannya. “Coba nanti baca pak Koran itu. Saya sudah menjawab konfirmasinya tetapi isi beritanya berbeda dan menyebut saya tidak membalas smsnya,” ujar Lukman dengan menyebut nama media dimaksud.
“Saya tidak pernah menutup diri. Kepada siapa pun, kepada semua rekan pers saya terbuka. Memang ketika wartawan tersebut sms saya, saat itu tidak langsung saya balas berhubung ada kesibukan. Saya membalasnya sekitar satu jam kemudian. Dan balasan SMS saya itu di jawab Ok, tetapi beritanya disebut saya tidak membalasnya,” imbuh Lukman seraya meyesalkan wartawan media dimaksud.
Disisi lain dalam pemberitaan media lokal yang dinilai Lukman mempojokkan dirinya itu, terkait dilakukannya tes urine di dalam rutan oleh BNK Dumai dibantahnya tidak benar dilakukan inspeksi mendadak (Sidak) oleh BNK.
“Berita itu tidak benar. BNK Dumai tidak ujuk-ujuk langsung sidak di dalam rutan, tetapi merupakan koordinasi yang saya lakukan dengan meminta pihak BNK untuk melakukan tes urine. Jadi bukan inspeksi mendadak. Itu atas permintaan kami,” tandas Lukman meluruskan, seraya menyebut bahwa kepala BNK Dumai Afifudinsyah sudah minta maaf kepadanya (Lukman-red) atas pemberitaan di salah satu media local soal disebut sidak tersebut.**Tambunan























































