Beranda Advertorial Warga Minta Bupati Rohul Perjuangkan SHJ Buah Sawit dan Pembangunan Jalan Poros...

Warga Minta Bupati Rohul Perjuangkan SHJ Buah Sawit dan Pembangunan Jalan Poros Desa Tapung Jaya

132
1
Bupati Rohul, Sukiman Saat Kunker di Tapung

ROKAN HULU, SUARAPERSADA.com – Kunjungan kerja Bupati Rokan Hulu (Rohul), H. Sukiman ke Desa Tapung Jaya, Kecamatan Tandun, Selasa(4/8/2020), menjadi ajang penyampaian keluh kesah oleh masyarakat.

Salah satu permintaan masyarakat Tapung Jaya adalah agar pemerintah membantu penyesuaian harga jual TBS di PKS Rohul Sawit Industri disamakan dengan harga jual di luar.

Selain itu, warga juga meminta kepada Bupati Rohul H. Sukiman untuk melanjutkan pembangunan pengaspalan jalan poros desa dengan estimasi hanya 600 meter sebagai akses pertanian warga dan pendidikan.

Hal itu dikatakan Tokoh Masyarakat Tapung Jaya Syarif Kadis dalam sambutannya disela Pembagian BLT-DD Tahap IV di desa Tapung Jaya.

Turut juga dihadir Ketua TP PKK Rohul Hj. Peni Herawati Sukiman, Kadis Kominfo Rohul Drs. Yusmar M. Si, Kadis DKPP Rohul Barikun SP, Kadiskes Rohul dr Bambang Triono, Kadis DPMPD Rohul Margono S.Sos M.Si, Camat Tandun, Pj Kades Tapung Jaya Imam Wahyudi dan Masyarakat.

Baca Juga : Bupati Rohul Menghadiri Penyerahan BLT-DD Tahap II  di Desa Kepenuhan Hilir

Syarif Khadismenjelaskan, Desa Tapung Jaya yang merupakan salah satu desa yang menjadi Pilar Program Kemitraan dengan perusahaan dilahan perkebunan transmigrasi sejak tahun 1997.

Untuk itu, ditahun 2020 Syarif Khadis berharap jumlah penduduk Desa Tapung Jaya yang berjumlah 2.815 orang, dan 85 persen adalah petani, agar mendapatkan penyesuaian harga TBS sesuai standar harga yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

“Tambah sedihnya harga TBS di Desa Satu (Desa Tapung Jaya) ini masih dibawah harga TBS tempat lainnya, ironisnya kami warga tempatan yang bertetangga dengan PKS Rohul Sawit Industri memberlakukan perbedaan harga dengan warga daerah lainnya yang menjual TBS di PKS, tentu hal ini tidak menguntungkan petani,” kata Syarif”.

Ilustrasi Jalan Rusak

Menanggapi keluhan warga Tapung Jaya, Bupati Rohul H. Sukiman terkait pengapalan jalan poros desa, diakui Sukiman memang ditahun 2020 ini sudah direncanakan, namun karena ditengah Pandemi Covid-19 seluruh pembangunan ditunda.

Baca juga : Bupati Rohul Resmikan Penggunaan Jalan Aspal di  Desa Bangun Jaya

“Masalah jalan memang sudah kita rencanakan, karena adanya Pandemi ini menganggu pembangunan yang sudah kita rencanakan, karena sumber anggaran dari Pemerintah Pusat untuk daerah di stop, baik DBH dan DAK di stop sesuai PMK tanggal 17 April 2020 lalu, sehingga uang yang seyogyanya digunakan untuk melanjutkan pembangunan ditunda,” kata Sukiman

Namun demikian, Dikatakan Sukiman akan diupayakan pembangunan infrastruktur jalan poros desa Tapung Jaya pada tahun 2021, dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Ia juga berharap kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat jalan yang sudah dibangun. Ia meminta kepada Pemerintah Desa dan masyarakat untuk membuat portal agar kendaraan yang melebihi tonase yang tinggi tidak bisa melintasi jalan tersebut.

Baca Juga : Bupati Rohul Buka MUSRENBANG Tingkat Kabupaten Tahun 2020.

Terkait perbedaan harga TBS masyarakat, Bupati H. Sukiman mengaku sudah berkomunikasi dengan Plantation Advisor PKS Rohul Sawit Industri TM Nababan, Bupati meminta kepada PKS untuk menyamakan harga jual TBS tanpa ada perbedaan, sesuai standar harga yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

“Tadi saya sudah berbicara dengan pak TM Nababan, untuk meminta menyamakan harga jual TBS masyatakat Tapung Jaya, agar masyarakat kita sejahtera. Jadi kalau tidak terealisasi itu laporkan sama saya, akan saya cek itu kebenarannya,” tegas Sukiman

Diakui Sukiman, sudah sepantasnya harga jual TBS disamakan dengan yang lainnya, karena selain warga tempatan, Desa Tapung Jaya juga terdampak secara langsung dari PKS tersebut, seperti Asap, Limbah dan sampahnya.

Sementara itu, Plantation Advisor PKS Rohul Sawit Industri TM Nababan kepada awak media mengatakan perbedaan harga jual TBS dengan warga lain karena ada subsidi Transport.

“Karena orang jauh yang jual di PKS, kita berikan subsidi transport agar bisa memasukkan buahnya sama kita. Jadi kita tidak membeda-bedakan harga orang disini dengan orang lain, kalau orang jauh kita kasih subsidi transport antara Rp 50 – Rp 100,” kata TM Nababan.***(Adv/ Pemkab Rohul)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan