DUMAI, SUARAPERSADA.com – Akhir-akhir ini warga Dumai mulai pertanyakan kinerja para oknum yang bertugas di Unit Pelaksana Teknis Terminal Barang Bukit Jin, Jalan Sukarno Hatta Kec Dumai Timur Kota Dumai.
Timbulnya pertanyaan dan kecurigaan tersebut menurut warga, setelah mereka melihat papan pengumuman memgenai grafik pendapatan UPT Terminal Barang mulai dari tahun 2015, 2016, 2017 dan 2018 “.
Karena setiap tahun perusahaan tempat penimbunan dan pengolahan minyak CPO dan Carnel (Inti) di sekitar Dumai sekitarnya bertambah. Jadi sudah barang tentu jumlah mobil truk pengangkut minyak CPO dan Inti yang masuk ke Dumai bertambah.
“Lalu kenapa penambahan pendapatan di UPT Terminal barang tiga tahun terakhir hanya 1 Miliar lebih,” ujar seorang warga, yang tidak mau disebut namanya. Dan untuk mengungkap kecurigaan tersebut menurut warga, pihaknya sangat mengharapkan adanya kepedulian insan Pers dan penegak hokum.
“Sebagai wartawan saudara harus mencari apa penyebab dan dimana titik masalahnya, sehingga pendapatan ritribusi dari terminal barang Bukit Jin bisa begitu,” pinta warga yang tidak mau disebut namanya itu mengakhiri perbincangannya dengan suarapersada.com.
Sementara salah seorang supir truk pengangkut minyak Crude Palm Oil ( CPO ) saat diajak bincang bincang di terminal barang Bukit Jin. Supir tersebut mengaku, kalau dirinya setiap memasuki Kota Dumai harus merogoh koceknya paling sedikit 80 ribu/per sekali lewat.
Disisi lain, Ka UPT Terminal Barang, Ramlan Siregar saat di hubungi dan diminta ketemu untuk konfirmasi terkait kebenaran informasi yang di sampaikan si oknum supir dan warga Dumai justru terkesan kurang menanggapi.
Itu di perkuat dengan, adanya ucapan janji akan menghubungi suarapersada.com Rabu ( 25/07/19 ) kemarin namun tidak ditepati.**(Mulak Sinaga)























































