PASIR PENGARAIAN, SUARAPERSADA.com-Warung esek-esek kini marak dan mulai ‘mengepung’ kawasan Hutan Diklat Tujuan Khusus (KHDTK) Bukit Suligi di Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Wah!
Dari catatan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Rohul, sedikitnya terdapat 30 warung sudah berdiri di sana. Sekitar 10 warung diduga dijadikan praktek prostitusi alias ‘warung esek-esek’.
“Di Kawasan Bukit Suligi, pertama kami targetkan menggusur warung remang-remang dulu. Ada 30 warung remang-remang disana, bahkan sudah da yang semi permanen,” kata Kepala Dishutbun Rohul, Ir H Sri Hardono MM, Senin (9/2).
Hardono mengakui dinasnya telah tiga kali melayangkan surat kepada pemilik warung mesum di KHDTK Bukit Suligi. Sayangnya, hanya sedikit dari pemilik yang membongkar bangunannya sendiri.
“Baru enam pemilik warung yang sudah membongkar warungnya sendiri,” jelasnya.
Mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Rohul ini mengakui dalam waktu dekat Disbutbun Rohul dan Balai Diklat Pekanbaru akan mengosongkan KHDTK Bukit Suligi. Namun demikian, dirinya tidak menyebutkan kapan waktu pastinya.
Sebelumnya, Dishutbun Rohul juga mencatat, sekitar 70 persen KHDTK Bukit Suligi telah beralihfungsi menjadi kebun kelapa sawit dan karet milik perseorangan. Mirisnya, ada oknum pejabat ikut menggarap kawasan milik negara itu.
Parahnya lagi, 10 hingga 11 September 2011 silam, ada aksi penari telanjang atau striptis di kawasan dilindungi negara tersebut. Dan ada oknum desa yang disebut-sebut warga sebagai panitianya.
Kemudian, pada Kamis 8 Desember 2011, aparat gabungan terdiri Satpol PP Rohul bersama aparat Polres Rohul pernah melakukan penertiban empat warung mesum. Namun tak lama setelah itu, pondok-pondok baru kembali berdiri. Warga mensinyalir, bangunan itu juga masih dijadikan tempat prostitusi.***(SF)























































