PEKANBARU, SUARAPERSADA.com-Ada-ada saja trik demonstran agar tuntutan mereka direspon. Salah satunya yang dilakukan seratusan orang yang menamakan diri Kumpulan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Keadilan (KAMMPAK) ini.
Mereka memberikan hadiah sepasang sepatu untuk Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan. Alasannya, sepatu yang diberikan itu tidak lebih kotornya daripada Kapolda. Wah!
Pernyataan itu diungkapkan Koordinator Lapangan (Korlap) KAMMPAK, Sepriadi Rokan saat menggelar aksi demonstrasi di pintu masuk markas Polda Riau, Rabu (18/2). Massa ini meminta Kapolda Riau membebaskan 7 warga Kepenuhan Timur, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang dilaporkan mencuri buah sawit oleh PT Budi Murni Panca Jaya (BMPJ).
“Sepatu ini saya beli seharga Rp50 ribu. Saya akan memberikan sepatu ini jika Bapak Kapolda Riau tidak juga melepaskan 7 warga Kepenuhan Timur. Rekan kami itu ditahan karena dituduh oleh PT BMPJ mencuri sawit mereka,” kata Sepriadi.
Padahal, imbuhnya, buah sawit yang dipanen warga adalah milik mereka karena ditanam di tanah warga Kepenuhan Timur. PT BMPJ sendiri tidak punya lahan di Kepenuhan Timur. “Kami mengajak Bapak Kapolda Riau untuk turun ke lapangan. Mengecek apakah benar izin PT BMPJ itu di Kepenuhan Timur. Berdasarkan peta izinnya berada di Kepenuhan Tengah,” ucap Sepriadi.
Ironisnya lagi, secara legalitas hak guna usaha (HGU) PT BMPJ sudah dicabut oleh Pemerintah Kabupaten Rohul pada 2008 lalu. Tetapi mengapa saat warga mengambil apa yang memang haknya lalu ditangkap.
Lagipula, kalau ingin menangkap mengapa hanya 7 warga saja yang ditangkap. Sedangkan waktu itu yang memanen lebih dari seratusan orang. Massa KAMMPAK menduga Kapolda Riau sudah disuap oleh pihak perusahaan, PT BMPJ.
Indikasi ini, tambah Sepriadi, semakin kuat ketika keluarga, baik istri maupun anak-anak dari 7 tersangka warga Kepenuhan Timur yang ditahan tidak diizinkan membezuk. “Dengan berbagai alasan, polisi melarang anak-anak dan istri-istri dan rekan kami yang ditahan untuk dijenguk. Ini kan aneh. Ada apa ini?” pungkasnya.***
















































