OSN juga Sebagai Momentum Memperkenalkan Potensi Wisata Riau

0
581
Gubri Mendiknas RI saat memegang Trophy utama OSN pada Pembukaan Olimpiade Sains Nasional XVI Tahun 2017 di Gor Remaja

PROVINSI Riau didaulat sebagai tuan rumah Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2017, acara ini digelar guna mencari generasi penerus yang mempunyai kualitas pendidikan yang mantap agar Indonesua mampu bersaing di dunia Internasional dalam bidang sains.

Menteri pendidikan Nasional Prof DR H Muhadjir Efendy resmi  membuka secara resmi Olimpiade Sains Nasional tahun 2017 di Gedung Olah Raga Gelanggang Remaja Jl.Jendr Sudirman Kota Pekanbaru, Senin (03/7/2017).

Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rahman bersama Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Abdul karim, Kapolda Riau, Danlanud, Danlanal menghadiri acara Olimpiade Sains Nasional tahun 2017 yang digelar mulai tanggal 3-8 Juli di Provinsi Riau. Beberapa lokasi SMU dan Perguruan tinggi di Provinsi Riau menjadi lokasi kejuaraan OSN ini. Agar Pelaksanaan kejuaraan OSN berjalan transparan para Juri dan peserta mengucapkan janji di hadapan Mendiknas, Gubri, Forkopimda dan seluruh undangan dan peserta.

“Penyiapan generasi sains harus kita mulai dari saat ini. Keadaan geografi dan alam Indonesia tidak akan berarti tanpa SDM dari masyarakat Indonesia. Untuk itulah kita harus bersama-sama menyiapkan generasi penerus yang kaya akan sains dan tekhnologi.sehingga kita menjadi Negara yang di perhitungkan dalam percaturan dunia,” ujar Mendiknas dalam sambutannya.

Gubri, Mendiknas RI dan Forkopinda prov riau saat memukul kompang tanda dibukanya Olimpiade Sains Nasional XVI Tahun 2017 di Gor Remaja

Usai menyampaikan sambutan Mendiknas bersama Gubri dan Forkopimda Riau memukul rebana sebagai tanda dimulainya Olimpiade Sains Nasional tahun 2017 di provinsi Riau.Mendiknas juga meminta kepada seluruh hadirin untuk berdiri dan bersama-sama menyanyikan lagi Padamu Negeri.

Sementara itu, untuk memastikan ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tahun 2017 berjalan lancar, Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman meninjau pelaksanaan OSN yang berlangsung di SMAN 08 Pekanbaru.

“Sebagai tuan rumah kita tentu harus memastikan OSN berjalan dengan baik,” ucap Gubri kepada sejumlah media usai meninjau.

Setelah menjalani perlombaan, di hari ke empat ini, peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2017 yang diselenggarakan di kota Bertuah Pekanbaru Provinsi Riau melakukan wisata ke Kabupaten Siak dan Kampar.

Menurut Ridar yang juga Humas Dinas Pendidikan Provinsi Riau, wisata edukasi, religi dan budaya ini dilaksanakan di dua kabupaten di Riau.

Ia menambahkan, peserta OSN tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan mengunjungi objek wisata budaya atau sejarah Istana Siak di Kabupaten Siak, sedangkan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) akan mengunjungi Candi Muara Takus di Desa Muara Takus Kecamatan Tigabelas Koto Kampar Kabupaten Kampar Provinsi Riau.

Peserta OSN 2017 ini baik tingkat SD, SMP maupun SMA, lanjut Ridar diberangkatkan dari Bandar Seni Raja Ali Haji (SERAI) Pekanbaru atau eks MTQ tingkat nasional, Pekanbaru dengan menggunakan bus. Untuk tingkat SD dan SMP menujukan Istana Siak dengan menggunakan 33 bus dan untuk tingkat SMA ke Candi Muara Takus Kampar dengan 30 bus.

Peserta OSN Kagumi Candi Muara Takus

Sekitar 700 peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke-16 tahun 2017 yang terdiri dari pelajar SMA, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah beserta pendamping dari berbagai provinsi, mengunjungi objek wisata Candi Muara Takus di Kecamatan Tiga Belas Koto Kampar, Kabupaten Kampar Provinsi Riau, pada Kamis (6/7/2017).

Salah satu peserta adalah Deborah Christine Immanuel dari SMAK 7 BPK Penabur Jakarta. Saat melihat dari dekat ia merasa kagum oleh keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia, khususnya Riau. “Masih merasa tidak percaya kalau saya baru saja melihat Candi Muara Takus secara langsung karena selama ini hanya melihat melalui buku pelajaran atau Internet,” ungkap Deborah.

“Pengalaman yang menarik adalah saya dapat berwisata ke sini bersama-sama peserta OSN yang tidak akan terulang dua kali. Juga karena ada perlombaan foto instagram yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Riau jadi pengalaman berfoto dengan teman pun jadi lebih seru dan menarik,” ungkapnya lagi

Deborah juga menuturkan, melihat kondisi Riau yang sangat panas dapat menjadi penghalang wisatawan untuk berkunjung ke Candi Muara Takus. Menurutnya, pengelola dapat membangun fasilitas berupa kipas-kipas besar atau air mancur dari bawah sehingga udara lebih sejuk seperti yang ada di tempat wisata lainnya, dan Deborah juga berharap agar meningkatan pembangunan infrastruktur yang memadai.

“Agar wisatawan dapat mudah mengakses jalan ke Candi Muara Takus saya harap infrastruktur menuju lokasi dapat ditingkatkan. Dan kepada pengelola dapat mengadakan acara rutin yang menampilkan kebudayaan Melayu sehingga dapat semakin menarik wisatawan, seperti yang diadakan di Candi Prambanan setiap Selasa malam,” tutur Deborah.

Gubri Perkenalkan Pasar Bawah

Gubri memberikan sambutan saat hadiri Majelis Jamuan dan Ramah Tamah Gubri dengan Kontingen OSN XVI Tahun 2017 di Gedung daerah

Moment penting OSN ini sepertinya tidak ingin dilewatkan begitu saja oleh Gubernur Riau. Usai menutup sambutannya pada Majelis Jamuan dan Ramah-Tamah Gubernur Riau dengan Kontingen Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tahun 2017 di Gedung Daerah, Kamis (06/07/2017) malam pria yang akrab disapa Andi Rachman itu memperkenalkan Pasar Bawah sebagai Pasar Wisata kepada undangan yang hadir.

“Saya lihat yang hadir ini banyak ibu-ibu. Saya merasa perlu mengenalkan Pasar Bawah sebagai Pasar Wisata. Pasar Bawah ini bahkan sudah masuk menjadi salah satu nominasi Anugerah Pesona Indonesia dari Kementerian Pariwisata,” ucap Gubri yang tentu saja mengundang perhatian tamu yang hadir dari berbagai daerah di Tanah Air itu.

Banyak yang bilang, kalau belum sampai ke Pasar Bawah berarti belum sampai di Riau. Pasar Bawah telah menjadi tempat yang harus dikunjungi jika mampir ke Riau. Tempat ini merupakan pasar tertua di Kota Pekanbaru yang berada persis di tepi Sungai Siak dan Pelabuhan.

Pasar Bawah terletak di sebelah utara Pekanbaru yang merupakan pusat perbelanjaan yang banyak menyediakan barang-barang antik, pernak-pernik aksesori rumah tangga, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pasar Bawah bukanlah pasar yang menyajikan aneka sayuran, buah-buahan, bumbu-bumbu masak. Melainkan menyajikan aneka oleh-oleh khas Riau dan juga luar negeri.

Jika pengunjung ingin memperoleh barang dari negeri tetangga tanpa harus terbang ke negara tersebut, lebih baik berkunjung ke Riau dan datang ke Pasar Bawah. Di Pasar Bawah tersedia oleh-oleh dari Malaysia, Singapura, Italia, dan masih banyak negara lain lengkap untuk dibeli.

Selain itu, Pasar Bawah juga terkenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan barang elektronik bekas (second hand) yang berasal dari luar negeri. Berbagai barang eks luar negeri dengan kualitas impor dijual dengan harga “miring”, seperti keramik dari Cina, karpet dari Timur Tengah, tas wanita dari Italia, dan aneka guci serta patung.

Terdapat pula beragam barang-barang elektronik dan berbagai jenis makanan kecil yang hampir semuanya merupakan produk luar negeri. Tersedia juga berbagai jenis makanan khas Riau seperti Lempuk Durian, Dodol Kedondong, Ikan Salai, Ikan Asin.

Selain itu juga tersedia kerajinan khas Riau seperti Batik Riau, Tenun Riau, Baju Melayu Khas Riau dan lainnya. Yuk, belanja ke Pasar Bawah.**(Adv.hmsriau)

Tinggalkan Balasan