Terlalu… Guru Gelar Dagangan Dalam Ruangan Kelas

0
491

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Hanya demi uang, salah seorang guru di SD Negeri 146 Pekanbaru, nekad mengelar dagangan di ruangan  kelas saat jam belajar. Kebijakan oknum guru ini akhirnya mendapat protes dari orang tua siswa, warga setempat bahkan merebak hingga RT/RW di lingkungan SD Negeri 146 Pekanbaru.

Peristiwa tersebut terungkap saat beberapa orang warga di lingkungan SDN 146 dengan didampingi tokoh masyarakat dan ketua RW. 08 Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, datang ke kantor Disdik  Pekanbaru  untuk mrelaporkan tindakan oknum guru di SDN 146 tersebut dan ingin bertemu langsung dengan Kadisdik Pekanbaru Prof. Zulfadil,SE.MBA akhir pekanlalu.

Ini dikatakan Ketua RW-8 Abusamad saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan Pekanbaru Jalan Patimura, Gobah disela upaya melakukan crosschek terhadap surat laporan yang disampaikan warga pada beberapa waktu lalu.

Ketua RW.08 Kelurahan Kulim, Abusamad menyebutkan, tindakan  oknum  guru bahasa Inggris di SDN 146 itu  sudah diluar batas dan tidak  nencerminkan perilaku seorang pendidik. “Seharusnya dia memberikan contoh yang baik kepada anak,” tukasnya.

Lagi kata Abusamad,  kejadian ini sudah berlangsung lama dan sudah disampaikan kepada kepala sekolah, “namun tampaknya tidak digubris bahkan terkesan kepala sekolah melindungi guru tersebut,” paparnya.

Untuk itu, kami melaporkan secara tertulis  kepada Disdik, dengan isi  tuntutan,  warga melalui RW dan tokoh masyarakat minta kepada disdik agar guru tersebut segera dipindahkan. “Jika tuntutan itu tidak dikabulkan maka untuk tahun ajaran mendatang warga lingkungan tidak akan mendaftarkan anaknya untuk bersekolah di SDN 146 tersebut,” bebernya.

Kepala Dinas Pendudikan Pekanbaru melalui Kabid.Dikdas Disdik Pekanbaru, Darisman, M Pd, Senin (11/5) yang dikonfilrmasi di kantor Disdik  terkait pengaduan warga tersebut, mengaku telah mengetahui adanya laporan warga dan orang tua siswa SDN 146 tersebut.

Menurut Darisman, pihaknya  menyanbut baik tindakan masyarakat, “hal tersebut salah satu bukti kepedulian masyarakat terhadap pendidikan,” ujarnya.

Namun demikian kata Darisman, pihaknya tidak serta merta menerima dan mengabulkan tuntutan warga. Tentunya harus melalui mekanisme dan  sesuai ketentuan. “Saat ini laporan sedang di proses dan di telaah.  Jadi kita tunggu saja hasilnya,” sebutnya.**js

Tinggalkan Balasan