Beranda Breaking News Terkait Semburan Asap Pabrik, DPRD Dumai Sebut, PT. NPL Harus Diberi...

Terkait Semburan Asap Pabrik, DPRD Dumai Sebut, PT. NPL Harus Diberi Sanksi Yang Memaksa

252
0
Johannes MP Telelepta SH. MH

DUMAI, SUARAPERSADA.com – Cerobong pabrik refinery PT Nagamas Palmoil Lestari belakangan ini kerab menyemburkan asap hitam membuat warga masyarakat yang tinggal di ring satu wilayah pelabuhan Dumai makin gerah.

Menanggapi peristiwa berulang tersebut, Johannes Tetelepta anghota DPRD Dumai dari Fraksi Gerindra menegaskan,
Ini perusahaan ngeyel dan selalu anggap remeh terkait pengelolaan emisi sumber tidak bergerak dari kegiatan produksi perusahaannya. Harus jelas informasinya, baik terhadap informasi regulasi, informasi dampak serta kerugian. Karena tidak semua masyarakat memahaminya.”Kalau saya ditanya, dari dulu saya selalu bilang salah. Tidak ada yang boleh bilang asap yang keluar dari cerobong itu hal yang biasa, tegas Johannes.

Menurutnya, asap adalah suspensi partikel kecil di udara (aerosol) yang berasal dari pembakaran tak sempurna dari suatu bahan bakar. Asap umumnya merupakan produk samping yang tak diinginkan, ungkapnya.

Dijelaskannya, asap dan gas hasil produksi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Tahun 1999, tentang Pengendalian Pencemaran Udara merupakan limbah karena sifatnya yang sama sekali tidak bermanfaat dan cenderung merugikan. Pengendalian pencemaran udara meliputi pengendalian dari:
-Usaha dan/atau kegiatan sumber bergerak
-Sumber bergerak spesifik
-Sumber tidak bergerak
-Sumber tidak bergerak spesifik, urainya.

Lagi ulas Johannes, yang dilakukan dengan upaya pengendalian sumber emisi dan/atau sumber gangguan yang bertujuan untuk mencegah turunnya udara ambien. Debu berupa padatan halus, sedangkan gasnya terdiri dari berbagai macam senyawa, seperti belerang oksida, karbon dioksida, karbon monoksida, asam chlorida dan asap yang mudah terbakar. “Lantas apa sistem pengendalian asap cerobong yabg sudah dilakukan dengan baik? Apa ada laporan berkala ? Kami akan minta kepada bagian tekhnis,” ungkapnya..

Asap Hitam Pekat Yang Menyelimuti wilayah Sekitar Pabrik

Dengan kondisi cerobong saat ini,, secara pribadi saya anggap tidak memenuhi baku mutu yang menyebabkan polusi udara. Ini kejadian terus berulang .
Kalau ditanya apakah melanggar aturan, pada setiap kesempatan kita sudah sampaikan bahwa jelas ada yang dilanggar. Tidak ada yang istimewa bagi seluruh perusahaan yang ada di pesisir pantai dumai, kalau salah harus ditindak , apakah sanksi administratif atau apapun  itu, katanya lagi.

Ditegaskannya, ini tugas DLH secara tekhnis, kejadian berulang ulang, harus ada sanksi yang memaksa kepada mereka. Kalau enggak berubah  lakukan pembekuan izin lingkungan, pencabutan izin lingkungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Pemerintah harus tegas . Masyarakat Dumai yang menerima effectnya dan ini harus serius.Polusi udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak ekosistem.

Siapapun mereka harus tunduk dengan kebijakam daerah. Mau pertamina, chevron, mau wilmar, IBP, SDS, Ivo Mas group, Nagamas , Bukara,, KKL, Kreasi jaya.,Adikarya dan semua perusahaan lainnya harus tunduk pada kebijakan daerah dan harus sepaham dengan semangat membangun dan menjaga kota Dumai. Kami akan sampaikan kepada DPRD agar dilakukan sidak bersama dinas terkait, tegasnya. (Tambunan)

Tinggalkan Balasan