“Terkait Berita Viral  Kegiatan Pasar Murah”  Ketua LSM Reaksi Tantang Kadis Perindag Langkat Transparan Aliran Dana Penjualan Beras Bulog

0
91
Ketua LSM REAKSI, Ramly

LANGKAT, SUARAPERSADA.com-
Viralnya berita terkait Kegiatan pasar murah beras Bulog yang disinyalir “Raub Keuntungan Ratusan Jutaan Rupiah” di beberapa media online dan cetak yang terbit sejak beberapa hari yang lalu, akhirnya mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ikhsan Aprija, S.STP, M.Si. Saat ditemui awak media kemarin, Ikhsan menyampaikan, “berita itu semua Hoax”.

Kemudian Ikhsan menjelaskan, bahwa kegiatan gerakan Pasar Murah pemkab Langkat di 23 kecamatan, sebagai antisipasi terjadinya inflasi dan stabilisasi harga bahan pokok pangan serta penanganan stunting menjelang HBKN Ramadhan & Idul Fitri 1445 H/2024,” ujarnya.

“Kegiatan yang kami lakukan ( pasar murah, red ) murni mengantisipasi inflasi, tidak ada kepentingan pribadi. Ini kami lakukan demi masyarakat Kabupaten Langkat” ungkapnya.

Menanggapi bantahan berita tersebut, Ramly selaku Ketua DPP LSM REAKSI Sumut kepada wartawan (21/03) mengatakan jika berita atau temuan kami ini hoax, mereka mengada-ada. Bagaimana dikatakan hoax, kegiatan pasar murahnya mereka akui dilaksanakan dan mereka juga mengakui menjual beras di 23 kecamatan se kabupaten Langkat yang masing-masing Kecamatan di jual sebanyak 10 ton, ujarnya

Dan kegiatan itu juga dilaksanakan melalui Dinas Perindag yang bekerjasama dengan Bulog. Juga dalam pasar murah tersebut,  harga beras SPHP dibandroll dengan harga Rp 11.000.- (sebelas ribu rupiah) per kilogram. Adapun kemasan beras dalam pasar murah itu @ 5 Kg/ kemasan yang dapat di beli warga dengan harga Rp.55.000.- ( lima puluh lima ribu rupiah) /kemasan, terang Ramly.

Sedangkan harga tebus beras SPHP dari  Bulog seharga Rp10.250. per kilogram, artinya di kegiatan pasar murah ini terdapat keuntungan sebesar Rp.750.- (tujuh ratus lima puluh rupiah) per kilogram. Jika kemasan beras seberat 5 kilo gram, maka keuntungan per kemasan sebesar Rp. 3.750.-(tiga ribu tujuh ratus lima puluh rupiah).

Jika pendistribusian beras di setiap kecamatan sebanyak 10.000 kilogram (10 ton ) maka keuntungan yang diperoleh mereka sebesar Rp.7.500.000.-( tujuh juta lima ratus ribu rupiah) dalam setiap kegiatan pasar murah di tiap kecamatan. Sementara kecamatan di kabupaten Langkat ada 23 kecamatan. Oleh sebab itu, keuntungan yang akan diperoleh dari kegiatan pasar murah di 23 kecamatan adalah 23 x Rp 7.500.000 = Rp 172.500.000,-. ( Seratus tujuh puluh dua juta lima ratus ribu rupiah).

Sedangkan mengenai biaya angkutan beras ke tiap kecamatan di tanggung oleh para camat.  Hal tersebut sudah kami konfirmasi kepada beberapa camat di kabupaten Langkat. Mereka katakan, jika dalam kegiatan pasar murah ini mereka (para camat,red) yang menanggung biaya angkutan  pasar murah tersebut, ungkapnya.

Maka muncul pertanyaan kemana aliran dana keuntungan pasar murah dari penjualan beras tersebut. Untuk itu saya  Ramly sebagai Ketua DPP LSM REAKSI Sumut Tantang Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Langkat Transparan Membuka Aliran dana Penjualan beras Bulog. Jangan hanya ngomong mengatakan berita ini Hoax, ucap Ramly.

Lebih lanjut Ramly mengatakan, jika memang benar Pemkab Langkat berniat untuk membantu masyarakat dalam kebutuhan sembako (beras), seharusnya mereka menjual kepada masyarakat  sesuai harga tebus di gudang Bulog seharga Rp.10.250.-(sepuluh ribu dua ratus lima puluh rupiah) per kilogram, bukan seharga Rp.11.000.-(sebelah ribu lima ratus ribu rupiah) per kilogram, himbau Ramly.

Dampaknya, akibat kegiatan pasar murah ini para mitra RPK Bulog di Langkat tidak kebagian beras kemasan 5 kg, melainkan hanya mendapatkan beras dengan ukuran karung 50 kg, hal ini tentunya mempersulit para RPK menjual beras tersebut, ucap nya.

Oleh karena itu, Ramly mengatakan akan melaporkan permasalahan ini kepada Perum Bulog Sumut dan Satgas Pangan, yang salah satu elemennya adalah pihak kepolisian” tegas Ramly mengakhiri. ( BS ).

Sumber : Ketua DPP LSM Reaksi Sumut

Tinggalkan Balasan