MEDAN, SUARAPERSDA.com – Seratusan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara benar-benar kecewa dengan Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi.
Pasalnya, buruh merasa Erry mengabaikan laporan mereka menyangkut sengketa buruh terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang dilakukan sejumlah perusahaan di Sumatera Utara.
“Pada pemilihan (Gubernur) akan datang, kami akan boikot T Erry bila mencalonkan diri. Ini kami lakukan karena dia mengabaikan laporan-laporan yang sudah kami sampaikan terkait masalah PHK buruh,” kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo, Selasa (08/08).
Ia mengatakan, laporan yang disampaikan buruh sudah menahun diterima Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Tapi sampai detik ini, sambung Willy, tak ada keputusan yang diterima oleh buruh.
“Kepala Dinas Ketenagakerjaan juga harus dievaluasi. Karena tidak ada kerjanya sama sekali, dan tidak pernah menyelesaikan sengketa buruh di Sumatera Utara,” ungkap Willy.
Dalam aksinya ini, kalangan buruh datang dengan melakukan konvoi. Sebagian dari buruh menumpangi motor dan mobil bak terbuka.
Untuk menjaga kekondusifan aksi, polisi bersiaga di depan pintu masuk kantor Gubernur. Polisi membuat barikade dengan saling bergandengan tangan.**Win






















































