PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Rabu (28/5), Kepala Sekolah, guru dan Keluarga SMPN 22, melepas 243 siswa kelas IX. Acara perpisahan atau pelepasan siswa/i kelas IX SMPN 22 ini, sedikit berbeda dengan sekolah- sekolah lain. Pasalnya, selain digelar di pekarangan sekolah, seluruh rangkaian acara dikemas dengan budaya Melayu.
Kepala Sekolah SMPN 22 Pekanbaru Erliati, S Pd dalam sambutannya, meminta kepada seluruh siswa kelas IX yang sebentar lagi akan meninggalkan SMPN 22, jangan pernah melupakan sekolah asal. “Mudah-mudahan saat pengumuman kelulusan pada tanggal 10 Juni mendatang siswa kelas IX lulus seratus persen dengan nilai yang memuaskan. Sehingga dengan gampang melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi,” ujarnya.
Erliati juga menyampaikan terimakasih kepada orang tua siswa yang mempercayakan anak-anak untuk dididik di.SMPN 22. “Tanpa dirasa tiga tahun sudah anak-anak diserahkan kepada SMPN 22, kini tiba saatnya, anak-anak dikembalikan kepada orang tua,” terangnya.
Ditanya terkait pilihan sekolah menjadi tempat acara perpisahan, menurut Erliati, hal tersebut merupakan hasil kesepakatan dengan orang tua siswa dan komite sekolah. “Selain upaya menciptakaan rasa kekeluagaan, juga menghemat biaya, seluruh siswa bisa menghadiri acara. Karena sebagian besar rangkaian acara, seperti hiburan melibatkan siswa kelas VII dan VIII,” terang Erliati.
Lanjut Erliati, pihakbya juga melakukan tepung tawar kepada siswa kelas IX . “Tepung tawar merupakan salah satu bentuk ucapan selamat dan doa dari pihak sekolah agar anak-anak sebagai penerus bangsa , sukses dalam menggapai cita-cita,” ulasnya.
Pantauan media ini, kreatifitas siswa dengan menampilkan berbagai seni yang pada umumnya menampilkan budaya melayu, membuat suasana semakin meriah.
Menariknya, penampilan akustik tari katipak katupung dari siswa kelas VII dan VIII dengan busana yang terbuat dari plastik bekas yang dirancang sedemikian rupa hingga tampil nyentrik tapi biaya sedikit.
Dalam acara tersebut anak-anak siswa kelas IX menyerahkan cindera mata kepada sekolah, sebagai bentuk ucapan terimakasih kepada ibu dan bapak guru yang telah mendidik mereka selama tiga tahun. Yang disaksikan Camat Bukit Raya, Lurah se- Kecamatan Bukitraya, komite sekolah dan orang tua siswa.**Jsn





















































