DUMAI, SUARAPERSADA.com – Kapal LCT Safinah Satu Gt 176 No 6482 BC yang mengalami kecelakaan di pelabuhan Beaching bersebelahan dengan Dermaga D Pelindo I Dumai terjadi sejak Kamis (23/4) pekan kemarin, pihak KSOP Dumai mengakui belum sempat memberikan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) tehadap Nakhoda kapal.
Hal itu disampaikan Kepala KSOP Kelas II Dumai, Ir Haekal Dachlan melalui Kepala Seksi (Kasi) Keselamatan Berlayar (Kesbel) KSOP, Barnabas F Tallu, ketika suarapersada.com menyambangi ruang kerja Barnabas yang saat itu ditemani stafnya, Yuzirwan Nasution siang tadi, (Senin 27/4).
Barnabas mengakui, belum sempat menerbitkan SPB bagi kapal LCT Safinah Satu menurutnya karena Nakhoda Safinah belum mengajukan permohonan SPB, hal itu katanya mengingat proses pemuatan barang di kapal tersebut belum tuntas, kejadian pun sudah dialami kapal Safinah.
Pendek cerita, menurut Barnabas, berhubung pihak kapal/agen belum ada mengajukan permohonan SPB, maka pihak Keselamatan Berlayar (Kesbel) Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai pun belum ada melakukan pemeriksaan kondisi aman kapal apakah laek laut untuk berlayar. Namun setelah kejadian, pihaknya sudah melakukan pemerikasaan pasca kejadian itu dan korban atas kecelakaan kapal tersebut diakuinya tidak ada.
Namun kata Barnabas menambahkan, bahwa pihak/agen kapal Safinah Satu ketika kedatangan kapal LCT Safinah satu di Pelabuhan Dumai, sudah menyerahkan surat Dokumen kapal. “Artinya, dalam dokumen kapal LCT Safinah satu dalam pemeriksaan pihaknya (KSOP-red), kapal Safinah masih memenuhi persyaratan dan kapal laek laut berlayar,” jelas Barnabas.
Sementara itu, soal terjadinya insiden kapal yang hingga saat ini masih tampak posisi terendam air laut hingga separuh badan bagian belakang kapal, menurut Yuzirwan Nasution diamini Barnabas, kejadian menimpa kapal hingga air laut masuk kekapal bukan Karena bodi kapal bocor, melainkan karena posisi kapal miring saat terjadi perubahan pasang surut tinggi air laut.
Ketika terjadi surut tinggi, posisi lambung kapal bagian pinggir kiri sempat tersenggol dengan salah satu pancang yang ada dipinggir kapal, sehingga kapal sempat mengalami kemiringan. maka saat itulah air laut masuk ke dalam kapal hingga keruang mesin. Tidak itu saja,karena posisi kapal sempat miring saat itu, sejumlah muatan diatas kapal pun ada yang jatuh kelaut, kata Yuzirwan meluruskan.
Diruang terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Keselamatan Berlayar KSOP Dumai, Agung kepada suarapersada.com menyampaikan hal yang sama bahwa pihaknya sudah melaksanakan proses pemanggilan terhadap Nakhoda kapal pasca kapal eksiden. Selain itu kata agung, pihaknya (KSOP-red) katanya sudah memerintahkan pihak kapal untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan.
Pantaun suarapersada.com dilokai kejadian kapal LCT Safinah Satu hari ini (Senin 27/4), Kondisi Kapal Safinah tampak tidak ada perubahan dari sebelumnya sejak kejadian. Malah posisi bagian buritan/belakang kapal, tampak semakin menukik dan air laut pun juga masih menggenangi sebagian badan kapal.**Tambunan























































