PEKANBARU, SUARAPERSADA.com- Warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru Jalan Sialang Bungkuk kota Pekanbaru mengikuti kegiatan pembinaan kerohanian melalui ibadah bersama, dihadiri oleh puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (26/6/2025).
Dari ruangan sebuah dinding dan jeruji besi, yang merupakan Aula Utama Rutan kelas I Pekanbaru yang menjadi tempat berlangsung nya Kebaktian terdengar suara puji-pujian.
Ibadah ini dipimpin Pendeta Arman Zai dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) EL-Jireh, Pekanbaru, dengan tema Khotbah: “Yang Membuat Hidup Kita Damai adalah
Hidup yang berada di dalam Tuhan Yesus Kristus.”
Dalam siraman Rohani nya, Pendeta menyampaikan, bahwa damai sejati tidak ditentukan oleh tempat atau keadaan, melainkan oleh hubungan yang taat dengan Tuhan Yesus
“Bahkan di Penjara seperti ini, kita bisa merasakan damai jika kita menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Kristus,”ujarnya.
Pendeta Arman Zai mengutip dari Alkitab atau injil Yohanes 14:27. “Damai sejati tidak ditentukan oleh tempat atau keadaan, melainkan oleh hubungan yang taat dengan Tuhan Yesus”.
Ia mengingatkan bahwa damai yang dari Tuhan tidak sama seperti yang ditawarkan oleh dunia, damai dari Tuhan bersifat kekal dan menenangkan jiwa.
Pelaksana harian (Plh) Kepala Rutan Kelas I Pekanbaru, Nimrot Sihotang menjelaskan sudah menjadi kewajiban kami untuk memberikan bimbingan rohani kepada warga binaan. “Selain sebagai bentuk pembinaan, kegiatan ibadah ini juga sebagai pemenuhan hak warga binaan untuk melaksanakan ibadah keagamaan sesuai keyakinannya masing-masing, ujar nya.

“Ini menjadi salah satu upaya kami untuk membantu warga binaan dalam hal meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan agar terbebas dari kesulitan rohaniyah dalam lingkungan hidupnya agar bisa menghadapi permasalahan yang dihadapi dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari,” ungkap Nimrot.
Kegiatan ibadah ini menjadi sarana rohani yang membawa sukacita dan pengharapan bagi para WBP. Di balik tembok pembatas, mereka belajar bahwa damai bukanlah tentang kebebasan fisik, tetapi kebebasan hati yang
datang dari hidup dalam Tuhan, sebut nya.
Ia menambahkan, selain kegiatan Rohani, kita juga tengah melakukan pemberdayaan kepada WBP dengan berbagai kegiatan. Salah satunya dengan kegiatan cucian mobil dan motor. Hal itu dilakukan agar mereka dapat menemukan harapan baru dan lebih siap untuk menghadapi kehidupan setelah menjalani masa hukuman. Dan segala kegiatan pembinaan bagi WBP tetap diawasi oleh anggota pengamanan yang bertugas, tutup Nimrot Sihotang.(jsR)





















































