LANGKAT, SUARAPERSAD.com-
Adanya peristiwa raibnya dana PIP SDN 056010 Hinai Cempa dari rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Hinai, kecamatan Hinai, kabupaten Langkat menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat, khususnya para orang tua murid/wali murid kabupaten Langkat
Pasalnya, pulahan orang tua/ wali murid tidak terima dengan hilangnya dana PIP dari rekening siswa/i SDN 056010 yang telah di transfer pemerintah pusat melalui BRI unit Hinai. Anehnya, pihak BRI unit Hinai mengatakan bahwa dana itu telah ditarik kembali oleh pihak Bansos, sementara buku rekening para siswa/i tersebut dipegang oleh orang tua/wali murid.
Tak terima dengan alasan yang diberikan pihak BRI, puluhan orang tua/wali murid SDN 056010 Cempa, Hinai gruduk kantor Bank BRI Unit Hinai. Adapun alasan kedatangan para orang tua/wali murid tersebut guna mempertanyakan dana PIP yang tak kunjung cair.
Para orang tua/wali murid, kepada awak media menjelaskan, pada 8 Maret 2024, pihak sekolah mengatakan dana PIP sudah bisa dicarikan di Bank BRI. Oleh informasi yang diberikan pihak sekolah, sehingga para orang tua/wali murid bergegas untuk melakukan pencairan dana PIP tersebut ke BRI unit Hinai. “ Kami sudah beberapa kali datang untuk menarik atau mancairkan dana PIP itu, namun sampai saat ini tidak berhasil. Alasan pihak BRI bahwa dana PIP itu sudah ditarik kembali oleh pihak Bansos,”ungkap para wali murid.
Raibnya dana PIP SDN 056010 Cempa Hinai dari rekening para siswa/i, Ria, selaku Kepala Cabang Pembantu BRI Unit Hinai, ketika hal itu dikonfirmasi awak media terkesan menutup diri. Bahkan, Jumat ( 22/03/2024) awak media kembali berusaha untuk minta klarifikasi seputar raibnya dana PIP tersebut, namun pihak BRI unit Hinai memilih untuk bungkam. Alasan klasik yang diberikan pihak BRI, ibu Ria lagi sakit kepala alias kurang sehat.
Tak terima dengan alasan pihak BRI Hinai, para wali murid kembali mendatangi BRI, pada 14 Maret 2024. Namun, lagi-lagi jawaban yang diperoleh para wali murid sama, “Uangnya sudah diambil orang Bansos,” kata pihak BRI Unit Hinai, disebutkan para wali murid kepada awak media.
Ironisnya, dari semua siswa/i SDN 056010 Campa Hinai yang didata mendapat dana PIP, ada sebanyak 7(tujuh) siswa yang sudah mencairkan dana PIP tersebut. Aneh bukan ?
Kepala sekolah SDN Cempa Marniati S.Pd saat ditemui para wali murid mengatakan bukan pihak sekolah yang mengambil dana PIP itu. “Operator sekolah sudah bolak balik ke Bank untuk menanyakan PIP itu, namun pihak Bank BRI mengatakan sabar dan sabar. Dan terakhir, pihak BRI menginformasikan bahwa uang itu sudah tidak ada, ditarik oleh sistem,” jelas Marniati.
Menyikapi raibnya dana PIP SDN 056010 Cempa Hinai, Advocad senior Langkat, Mas’ud SH, MH, CPM, CPL, CPLE kepada awak media di kantornya Jl. Proklamasi, Stabat, Kabupaten Langkat menyangkan kejadian tersebut. “Kami sangat menyayangkan atas peristiwa raibnya uang PIP dari rekening BRI unit Hinai milik anak-anak murid yang bersumber dari dana APBN.
Hal ini tak bisa di biarkan, kami ( kantor Advocad Mas’ud dan rekan) bersedia membantu dan mendampingi para korban raibnya dana PIP siswa/i SDN 056010 Cempa Hinai untuk mencari kepastian hukum atas peristiwa ini. Hal ini jelas merupakan peristiwa tindak pidana penggelapan uang. Maka jika ada korbannya yang memberi kuasa, maka kami akan perjuangkan kasus ini tanpa di pungut biaya,” ujar Mas’ud yang akrab dipanggil Dimas. (BS)
























































