Puluhan Anggota FSP NIBA Seruduk Disnaker Pekanbaru, Pejabat Disnaker Menghilang

0
2719

PEKANBARU, SUARAPERSADA.com – Selasa (7/3) Puluhan massa yang berasal dari dua kubu  Federasi Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa dan Asuransi (FSP NIBA) Pekanbaru. Yakni, massa versi Yorrys Rawewai dan Andi Gani Nuwawea mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja Pekanbaru.

Kedatangan massa kedua kubu tersebut ingin penjelasan dari Pemerintah kota Pekanbaru melalui Disnaker, terkait legalitas masing-masing kubu yang saling klaim. Hanya saja puluhan buruh tersebut merasa kecewa, karena tidak ada satu orangpun pejabat Disnaker Pekanbaru ditempat untuk menanggapi kehadiran mereka.

Ketua DPC KSPSI NIBA Versi AGN, Jon Ginting menjelaskan, pihaknya ingin meminta penjelasan dari Disnaker Pekanbaru, terkait legalitas masing-masing organisasi sesuai dengan aturan dan peraturan yang berlaku. Karena organisasi KSPSI NIBA di Indonesia ini hanya satu, yakni yang dipimpin oleh Andi Gani Nawuwea. Dan hasil Munas menetapkan, yang berhak memakai atribut FSPNIBA adalah anggota dibawah kepemimpinan AGN. Sementara di Kota Pekanbaru, masih terdapat Organisasi lain yang mengaku dari FSPNIBA yang tidak terdaftar di organisasi yang dipimpin AGN, terangnya.

Lagi kata Jon Ginting, kami datang ke Disnaker untuk meminta penjelasan dari Pemerintah kota Pekanbaru, kelompok mana yang sah. Dan kedatangan hari ini merupakan yang kedua kali. Tetapi sangat disayangkan dan patut dipertanyakan, apa alasan pejabat Disnaker tidak bersedia menaggapi, “Ada apa dengan Disnaker”, ucapnya.

Disisi lain, Ketua FSPNIBA versi Yoris Rawewai Tengku Darwin yang didampingi pengurus DPD FSPNIBA Riau Adnan mengatakan, kehadirannya ke Disnaker atas undangan dari kelompok AGN dan bukan Disnaker. Karena kita siap dikronfontir kapan saja terkait legalitas. Informasi yang kami terima, untuk bertemu dengan pihak Disnaker Pekanbaru. “Kami juga heran, katanya di undang pihak Disnaker, kok pejabatnya tidak ada,” ulasnya.

Ketua DPD dan DPC FSPNIBA versi Yorrys Rawewai

Ditegaskan Darwin, kehadiran organisasi kami di Pekanbaru dilengkapi dengan mandat yang sah. Jadi kapanpun di ajak untuk bertemu kami siap.  Dan kita berharap segala permasalahan bisa diselesaikan dengan baik, tanpa kekerasan sehingga tidak menggangu aktifitas seluruh anggota dalam berkeja terangnya.

Ditanya, kedatangan dua kubu secara bersamaan, dikhawatirkan akan terjadi bentrok. Menurut Darwin, pihaknya akan berupaya meredam anggotanya. Agar jangan terpancing provokasi, karena kita adalah saudara, ujarnya.

Dalam kempatan tersebut, salah seorang ASN Disnaker yang dikonfirmasi, tidak ngantornya  Kepala Dinas Tenaga Kerja Pekanbaru dan pejabat rerkait. Menurutnya, Kepala Dinas sudah dua hari tidak masuk kantor, dan para Kabid mungkin sedang dinas luar, akunya.

Ditambahkannya, sebenarnya dalam permasalahan ini, pihak Disnaker tidak berwenang untuk menentukan kubu mana yang sah. Karena hal tersebut merupakan wewenang kementerian Tenaga kerja, sebutnya.**Jsn

Tinggalkan Balasan