Proyek Drainase Anggaran APBN Di Dumai “Mangkrak” ?

0
519

DUMAI, SUARAPERSADA.com – Proyek pengerjaan draenase di Bukit Timah, jalan raya Dumai-Pekanbaru tampak terindikasi mangkrak atau seakan sudah ditinggalkan pelaksana kontraktornya.

Warga sekitar lokasi proyek pembangunan draenase atau parit di jalan Bukit Timah Dumai-Pekanbaru itu menyampaikan informasi tersebut kepada media ini.

Atas informasi tersebut, fakta dilapangan disurvei crew awak media ini benar adanya apa yang diinformasikan sumber warga septempat.

Pengerjaan saluran air parit (draenase) tampak bekas bangunan yang sudah dilaksanakan oleh pihak pelaksana kontraktor.

Namun pengerjaan draenase pada kiri kanan jalan raya tepatnya di Bukit Timah-Pekanbaru tersebut tampak sepotong-potong alias acakan.

“Proyek ini tampaknya sudah ditinggalkan kontraktornya pak karena sudah lewat dua minggu lebih liburan hari raya idul fitri tapi tidak ada tampak pengerjaan lanjutan,” ujar salah seorang warga setempat.

Informasi dihimpun suarapersada.com di Dumai, proyek pengerjaan drainase tersebut merupakan pengerjaan yang menelan anggaran APBN besarnya cukup signifikan yakni seratusan miliar rupiah tahun anggaran 2018-2019.

Jenis paket pengerjaan proyek diantaranya preservasi dan pelebaran jalan simpang Batang sampai batas Kota Dumai dan sampai simpang terminal batas kota Dumai-Duri, Bengkalis dengan pelaksana kontraktor tiga perusahaan (KSO).

Kondisi pengerjaan pembangunan drainase yang terkesan mangkrak tersebut, suarapersada.com mencoba konfirmasi kepada salah seorang pengawas kementerian PUPR di Pekanbaru namun tidak direspon.

Soalnya, pesan singkat dari awak media ini kenomor WhatsAppnya yang dikonfirmasi Jumat (21/6-2019) ditanya soal kondisi pembangunan draenase yang terkesan mangkrak tidak dijawabnya.

Demikian hal yang sama dari salah seorang pihak pelaksana proyek (kontraktor) saat dikonfirmasi media ini lewat pesan singkat nomor WhatsAppnya juga tidak dijawab.**(Tambunan)

Tinggalkan Balasan