Pro Kontra Pencalonan Budi Gunawan Jadi Kapolri Masih Bergulir

0
380

JAKARTA, SUARAPERSADA.com-Pro dan kontra pencalonan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia terus berguilir, pasca ditetapkannya sebagai tersangka penerima suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menarik pencalonan tersebut, meski keputusan akhir berada di tangannya. “Ini kan hak prerogatif presiden, kita betul-betul hargai apa yang sudah diputuskan presiden, sekarang kita tindaklanjuti, sabar,” kata Setya Novanto, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Rabu (14/1), seperti dikutip dari viva.co.id

Namun demikian, Setya mengungkapkan, sampai detik ini tidak ada penarikan pencalonan itu dari Presiden Jokowi. Sebab itu, Komisi III DPR tetap melakukan uji kepatutan dan kelayakan Budi Gunawan.

“Tentu berikan langsung untuk bisa melakukan pada waktu itu proses mekanisme di aturan yang ada. Kita nggak tahu kalau sore-sore ada penetapan Pak Budi Gunawan sebagai tersangka,” kata dia.

Untuk itu, kata dia, serahkan saja mekanisme ke Komisi III.

“Hasilnya nanti akan diketahui tentu komisi III akan tahu lebi‎h dulu dari pada pimpinan-pimpinan fraksi yang lain untuk berikan pandangannya di dalam penyampaian visi misi Budi Gunawan,” ujar dia.

Apalagi, kata dia, seharusnya mengedepankan praduga tak bersalah pada kasus Budi Gunawan. “Maka kita tunggu saja hasil komisi III DPR nanti kita lihat hasilnya apa,” katanya.

Di tempat terpisah, Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri menginstruksikan seluruh anggota Fraksi PDIP di DPR mendukung pencalonan . Penetapan Budi sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus “rekening gendut” tidak boleh menjadi hambatan.

“Fraksi mendapat arahan dari Ibu Ketua Umum supaya jalan terus (mendukung Budi),” kata Ketua Bidang Hukum DPP PDIP, Trimedya Panjaitan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (14/1).

Trimedya mengatakan Budi merupakan calon tunggal kapolri yang diusulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke DPR. Selama Jokowi tidak mencabut usulannya, maka PDIP akan terus mendukung Budi. “Sepanjang surat presiden tidak dicabut kita akan dukung terus,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPR RI ini enggan menanggapi rumor perbedaan pandangan antara Jokowi dan Megawati dalam pencalonan kapolri. Trimedya justru memastikan dukungan Megawati terhadap Budi untuk menghormati usulan Jokowi.

“Yang mengirim surat itu Jokowi sebagai kepala negara. Dia (Megawati) menghormati surat presiden. Surat presiden ini yang dihormati,” kata Trimedya.

PDIP melihat penetapan Budi sebagai tersangka sarat kepentingan. Pasalnya kasus yang dijeratkan KPK terhadap Budi sudah lama selesai diselidiki internal kepolisian. Trimedya enggan menyebut siapa yang berupaya ingin menjegal Budi sebagai kapolri.

“Ada yang punya kepentingan. Tapi kita tidak mau menuduh salah satu institusi,” ujarnya seraya berharap pencalonan Budi sebagai kapolri berjalan mulus.***

Tinggalkan Balasan