Polisi Sesalkan 3 Wartawan Online Korban Penembakan Berdamai dengan Pelaku

0
286

MEDAN, SUARAPERSADA.comKasus penembakan tiga wartawan online oleh warga Kampung Kubur, Jalan Taruma, Kecamatan Medan Petisah akhirnya berdamai. Namun demikian, tersangka dan berkasnya lanjut terus.

Perdamaian itu terjadi antara keluarga penembak dan tiga oknum wartawan setelah melakukan negoisasi.

Bahkan hal itu, menjadi pembahasan di group WhatsApp Polda Sumut atas nama Media Unit Poldasu yang beranggotakan puluhan awak media di Sumut dan Medan.

Isu yang beredar, tiga wartawan online Nicolas (24) dari Liputan Medan.com , Arifin (34) dari Opini Media.com dan Fahrizal (25) dari Medan Berita.co telah melunak dan sepakat adanya perdamaian.

Namun pihak kepolisian enggan melepas ketiga penembak Karen, Ramba dan Iqbal. Sehingga, banyak rekan seprofesi wartawan yang merasa risih akan isu yang beredar.

Beberapa wartawan bahkan melayangkan pernyataan dan pertanyaan terkait perdamaian tersebut ke pihak Polda Sumut.

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Helfi Assegaf terkesan menghardik ketiga oknum wartawan online tersebut. Ia terkesan menyayangkan sikap damai yang disepakati ketiga oknum wartawan online tersebut.

“Kemarin ngejar-ngejar polisi suruh tangkap pelaku penembakan. Nah sekarang ngajak damai. Apa maksudnya,” terang Helfi, Selasa (15/12).

Apa yang disampaikan Helfi, diketahui pasca penembakan pihak kepolisian didesak oleh keadaan dan pemberitaan untuk menuntaskan kasus dan meringkus para pelaku penembakan.

Selanjutnya, Kabid Humas Poldasu ini juga mengunggah sebuah judul pemberitaan terkait beserta linknya. Dalam judul tertulis: Wartawan yang Kena Tembak Damai Diberi Rp20 Juta/Orang.

“Rekan media lain kembali memberi ungkapan apresiasi kepada pihak polsek yang tidak mengaminkan perdamaian. Hal itu sebutnya telah mencoreng marwah profesi wartawan,” terang Kombes Pol Helfi Assegaf.

Tak hanya Helfi, salah seorang wartawan Harian di Medan bernisial EP juga memberi komentar tak sedap atas sikap dugaan damai. Di antaranya menyebutkan perdamaian terjadi karena ketiga awak media membutuhkan dana.

“Butuh duit kali mereka itu, mumpung dapat jutaan rupiah. heeee,” ujarnya.**Win

Tinggalkan Balasan