Plt. Kadiskes Kampar Akui Jamkesda Membengkak Hingga Rp 7 M Ke RSUD Bangkinang

0
452
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Rahmad

KAMPAR, SUARAPERSADA.com-
Pelaksana tugas (,Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kampar, Rahmad mengakui telah terjadi keterlambatan pembayaran Jamkesda ke RSUD Bangkinang, membengkak mencapai Rp 7 miliar.

Hal tersebut disampaikan Rahmad menjawab pertanyaan wartawan, seiring merebaknya pemberitaan terkait keterlambatan pembayaran Jamkesda oleh Pemkab Kampar.

Rahmad menyatakan, “Saya baru beberapa minggu menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kadiskes Kampar, Namun dalam waktu dekat akan dibayarkan, sudah di proses tinggal menunggu dana, sebut Rahmad, Jumat (30/4/2021).

Mercuatnya berita keterlambatan pembayaran Jamkesda ke RSUD Bangkinang ini, berawal dari pernyataan Direktur RSUD Bangkinang, Asmara Fitra Abadi kepada wartawan, Kamis (22/4/2021) lalu, yang menyebutkan, bahwa sampai ini pembiayaan Jamkesda belum dibayarkan. “Tentu sangat berpengaruh terhadap cashflow Rumah Sakit. Sementara RSUD tidak pernah menolak pasien, terutama warga miskin berobat,” sebutnya.

Asmara Fitra Abadi yang akrap disapa Ifie, menegaskan, pelayanan pasien itu memerlukan biaya obat dan membeli barang habis pakai. Dan untuk keperluan itu butuh dana cukup besar. Namun Pemkab Kampar baru pernah membayar pada tahun 2020 lalu hanya sekitar Rp 800 jutaan saja,” beber Ifie.

Menurut Ifie lagi, pembiayan BPJS paling lancar di RSUD ada dua. Yakni, BPJS yang mandiri, dan dari program JKS KIN yang ditanggung pemerintah pusat.

Tetapi pembiayaan untuk Jamkesda yang ditanggung oleh pemerintah Kabupaten melalui Dinas Kesehatan. “Pembayaran itulah yang bermasalah saat ini,” ungkap Ifie (Hamdani)

Tinggalkan Balasan