MEDAN, SUARAPERSADA.com-Pesawat jenazah korban pesawat Hercules A-130 terpaksa menunda terbang, Jumat (3/7), gara gara adanya kerusakan dan mengeluarkan percikan api.
Pesawat yang tiba-tiba mengalami kerusakan mengeluarkan percikan api dengan tujuan Pekanbaru, Ranai dan Malang. Dimana rencana pemulangan delapan jenazah korban pesawat Hercules ditunda karena pesawat yang bertugas mengantarkan para jenazah mengalami kerusakan sistem.
Salah seorang keluarga korban yang ikut dalam rombongan pesawat Fanesa Boru Sembiring mengatakan, ketika pesawat dalam keadaan memanaskan mesin melihat adanya percikan api dekat ruang pilot.
“Pas tadi sedang pesawat itu dalam panas mesin aku lihat ada percikan api keluar dari dekat ruang pilot,” ucapnya kepada wartawan.
Disebutkan, dirinya beserta rombongan keluarga korban lainnya disuruh petugas turun untuk menunggu perbaikan mesin yang dilakukan tekhnisi. “Kami sudah ada di dalam pesawat. Karena adanya percikan api, kami pun bersama rombongan keluarga korban lainnya disuruh turun untuk dilakukan perbaikan,” sebutnya.
Pangkoops AU I, Marsekal Muda A Dwi Putranto menjelaskan, ditundanya keberangkatan Hercules karena adanya sistem yang mengalami kelainan. “Ada sistem yang rusak,” jelasnya.
Dalam insiden ini, Pangkoops AU I mengangap merupakan hal yang biasa. “Ini merupakan hal yang biasa. Dan saat ini sedang dilakukan perbaikan,” ungkap Marsekal Muda A Dwi Putranto.***(Win)





















































