Beranda Breaking News APBD-SU : “Negara Wajib Hadir Berikan Perlindungan Bagi Buruh Ditengah Pandemi Covid-19”

APBD-SU : “Negara Wajib Hadir Berikan Perlindungan Bagi Buruh Ditengah Pandemi Covid-19”

306
0

MEDAN, SUARAPERSADA. com – May Day yang jatuh pada tanggal 1 Mei merupakan hari kemenangan bagi Pekerja/buruh dan selalu diperingati setiap tahunnya dengan berbagai kegiatan.

Namun, Peringatan May Day kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya Buruh melakukan aksi demonstrasi dengan membawa berbagai tuntutan hak dan perbaikan kesejahteraan buruh.  Selain itu ada juga juga yang mengisinya dengan kegiatan perlombaan maupun lucky draw.

Tahun ini, kebiasaan tersebut tak bisa dilakukan. Situasi Pandemi Covid-19 yang melanda berbagai negara, termasuk Indonesia mengharuskan penerapan social distancing, sehingga untuk memutus rantai penyebaran virus corona tersebut dilarang berkumpul.

Perayaan May Day pada 01 Mei 2020 merupakan perayaan May Day yang Kelam, yang dipenuhi dengan kesedihan yang amat mendalam bagi buruh.

Bencana Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak bagi kehidupan para buruh. Saat ini Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sudah mencapai angka dua juta orang, belum lagi ancaman tidak akan mendapat THR sama sekali.

Aliansi Pekerja Buruh Daerah Sumatera Utara yang terdiri dari 13 Elemen Serikat Pekerja/ serikat buruh, terdiri dari : SBMI SUMUT,  F.SP.KAHUT-KSPSI Deli Serdang, SBSI Kab. Deli Serdang, DPC.SBSI 1992 Deli Serdang, F.SP.NIBA-KSPSI SUMUT, SBSU, BPP  Kesatuan Buruh Independen, DPD. SERBUNAS, DPC. KIKES SBSI Deli Serdang, DPC. F.SB KAMIFARHO KSBSI Kab. Deli Serdang,  PP. KGB PETA, DPD. FSPI-KPBI, F.SP.LEM-KSPSI Deli Serdang dalam memperingati hari buruh internasional/May day hanya dilakukan dengan menggelar aksi kampanye lewat Media online maupun elektronik, dan karenanya kami berharap kepada rekan-rekan Media, dapat mewartakan tuntutan kami ini, sehingga dapat sampai kepada Pemerintah dan pengusaha.

Kordinator APBD-SU Natal Sidabutar, SH sebagai perwakilan dari SP/SB yang tergabung dalam APBD-SU mengatakan bahwa dalam memperingati May Day tahun 2020 ini, APBD-SU membawa 13 tuntutan. yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia,  Direktur BPJS Ketenagakerjaan, Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Kapolda Sumut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara, dan Pengusaha dan DPD Apindo  Provinsi Sumatera Utara.

Adapun 13 tuntutan  APBDSU pada perayaan May Day tahun 2020 ini, yaitu :
Meminta Kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk Memberikan perlindungan hukum bagi pekerja/buruh dengan Jaminan kepastian kerja dan hidup layak bukan hidup minimum. Meminta Pemerintah dan BPJS Ketenagakerjaan yang selama ini mendapat manfaat dari iuran pekerja/ buruh dan Pengusaha sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaaa untuk memberikan bantuan kepada pekerja/ buruh yang terkena dampak Covid-19 dalam bentuk Uang minimal Rp. 500.000 sebagai wujud dan bentuk tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja/buruh yang menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Bantuan tersebut disalurkan melalui nomor rekening pekerja/buruh yang terkena dampak Covid-19 sehingga bantuan tersebut diterima langsung oleh pekerja/ buruh.

Tolak RUU Cipta Kerja/ Omnibus Law, menolak Sistem Kerja Outsourching dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Cabut PP Nomor 78 tahun 2015 Tentang Pengupahan.
Stop Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan alasan Covid-19.
Meminta Seluruh Pengusaha untuk memberikan alat perlindungan kerja yg maksimal bagi pekerja / buruh yangg bekerja ditengah pandemi Covid-19.

Meminta Kepada Dinas Tenaga Kerja dan Kepolisian Republik Indonesia untuk memeriksa dan menangkap serta mengadili pengusaha yang memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 untuk merumahkan dan Mem-PHK pekerja/buruh.

Meminta Kepada Dinas Tenaga Kerja disetiap Propinsi dan Kabupaten/Kota harus secara maksimal melaksanakan TUPOKSInya khususnya bidang pengawasan sehingga pekerja/ buruh terlindungi dan mendapatkan hak-haknya.
Meminta Kepada Dinas Tenaga Kerja ditingkat Provinsi dan kabupaten/kota wajib dan harus bertindak cepat untuk menangani pengaduan pekerja/buruh yang telah disampaikan.

Meminta Kepada Dinas Tenaga Kerja dan Kepolisian Republik Indonesia untuk menangkap dan mengadili pengusaha yang melakukan peberangusan terhadap pekerja/buruh.
Berikan Tunjangan Hari Raya (THR) penuh bagi Pekerja/ Buruh
Tolak Tenaga Kerja Asing (TKA), pungkasnya.(roni).

Tinggalkan Balasan