Perketat Prokes, Covid19 Terdeteksi di Humbang Hasundutan

0
260

HUMBAHAS, SUARAPERSADA.com – Covid19 adalah wabah yang sempat mengguncang dunia tanpa terkecuali Indonesia sejak 2020 hingga saat ini, dimana pada kurun waktu tersebut cukup memberikan dampak yang sangat mengerikan bagi rakyat Indonesia walaupun oknum-oknum tertentu kerap kedapatan memanfaatkan wabah tersebut untuk meraih keuntungan.

Setelah menggelontorkan dana yang sangat besar pemerintah Indonesia berhasil meredakan badai covid yang meresahkan tersebut, hal ini dapat kita cermati dari pidato kenegaraan Presiden RI, kepada para Gubernur maupun Bupati se Indonesia pada saat peringatan Hut RI ke 77 yang lalu.

Masyarakat pun bisa sedikit lega menerima kebebasannya kembali setelah sekian lama di kurung oleh PSBB maupupun aturan pembatasan lainnya. Namun di penghujung tahun 2022 ini, telah muncul kembali tandatanda kebangkitan kerajaan covid19 tersebut. Beberapa daerah ternyata masih menjadi tempat bercokolnya virus mematikan tersebut. Seperti kita lihat dari berbagai pemberitaan dari beberapa media baik itu cetak maupun elektronik dan sosmed.

Seperti yang terjadi pada Senin (14-11-2022) di desa Lumban Tongatonga, dusun Siniang, kecamatan Pakkat, kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) kembali di hebohkan dengan meninggalnya salah seorang warganya dengan keterangan dari RSUD Dolok Sanggul Susfect covid19 (positif covid19).

Hal tersebut diketahui melalui Surat Keteranga Meninggal Dunia yang di terbitkan RSUD-DS yang ber no, 445/3039/RSUD-DS/XI/2022 yang ditanda tangani dokter pemeriksa dr. Timotius Gatma B Purba menerangkan Juli Nahampun, lahir di Siniang 12-7-1968 (56 thn), Alamat : Siniang desa Lumban Tongatonga Kec. Pakkat Humbahas, Diagnosa : penurunan kesadaran ec, stroke Hemoragik + impending gagal nafas + pneumonia + Susp.covid19 (Antigen Positif).

Sementara informasi yang awak media temukan di lapangan, almarhum telah lama menderita sakit dan sudah berulang kali berobat ke RSUD-DS ( penyakit menahun ), dan istri almarhum yang mendampingi almarhum di Rumah Sakit tidak memahami akan isi surat yang ditandatangani.

Ketika masalah ini awak media konfirmasikan kepada kepala Puskesmas Pakkat dr. Rebecka Ambarita, membenarkan bahwa pasien atas nama Juli Nahampun warga Siniang desa Lumban Tongatonga Kec. Pakkat Humbahas sesuai informasi yang di peroleh dari RSUD-DS meninggal dunia sesuai Swab Antigen positif Susp.covid19.

Sementara Camat Pakkat saat dikonfirmasi menyampaikan cuma menjalankan perintah atasan. “Selaku Tim Gugus covid19 di Kecamatan kita menjalankan tugas sesuai petujuk atasan yaitu gugus covid19 Humbahas,” ujarnya.

Pantauan awak media penguburan almarhum diawasi langsung tim Gugus Covid19 antara lain Camat Pakkat Ida Yanti Marbun S Sos, KaPuskesmas Pakkat dr Rebecka Ambarita, Kepolisian (Polsek Pakkat) Kades Lumban Tongatonga S Sitohang, dan Dinas Kesehatan Humbahas. Seusai penguburan semua team yang terlibat langsung termasuk keluarga melakukan Test Swab Antigen yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Humbahas dengan hasil semua yang di test negatif.

Tentunya kejadian ini memunculkan tanya di kalangan masyarakat, apakah badai belum berlalu? Karena biasanya badai susulan akan lebih besar dibandingkan pendahulunya. Ataukah para “monster anggaran” yang belum terjaring telah menemukan cara baru untuk melahap anggaran yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat?

Mudah mudahan ini bukan kolaborasi antara kerejaan covid19 dengan para monster anggaran. Ataukah ini sinyal SOS yang di kumandangkan oleh pemerintah kepada masyarakat bahwa penyebaran covid19 masih terus berjalan mengingat pada saat ini masyarakat mulai lengah dengan kendornya penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat maupun fasilitas umum, sehingga apa yang seharusnya tidak terjadi terulang kembali.**(Jhn)

Tinggalkan Balasan