Penembakan Kuna Bermotif Demdam

0
353

MEDAN, SUARAPERSADA.comDirektur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Nurfallah, mengungkapkan kasus penembakan Kuna di Jalan Ahmad Yani Medan  bermotif dendam.

“Ada yang tak senang dengan korban Indra Gunawan alias Kuna,” terangnya kepada awak media. Senin (23/01).

Nurfallah menyebutkan, Polda Sumut telah mengamankan otak pelaku dalam kasus penembakan yang menewaskan pengusaha penjual senjata tersebut.

“Otak pelaku Raja sudah kita amankan di Jambi. Dia dendam karena sakit hati terhadap Kuna sehingga menyuruh penembak bayaran untuk membunuh korban,” sebutnya.

Dalam penangkapan itu, sambung Nurfallah, petugas telah mengamankan delapan orang pelaku. Dua tersangka terpaksa ditembak mati karena melawan petugas saat ditangkap.

Ke- 8 tersangka penembakan Kuna yang diamankan bernama Rawindra alias Rawi (40) warga Jalan Waru (ditembak mati), Jo Hendal alias Zen (41) warga Jalan Sukaraja, Batubara, Putra (31) ditembak mati, Chandra alias Ayen (38) warga Jalan Tulang Bawang, Kecamatan Medan Petisah, John Marwan Lubis alias Ucok (62) warga Jalan Sei Deli, Kecamatan Medan Barat, Raja, warga Jambi, Wahyudi alias Culun (31) warga Jalan Karya, Kecamatan Medan Johor dan M Muslim (36) warga Jalan Sampali, Kecamatan Medan Area.

“Dalam kasus penembakan itu dua eksekutor Jo Hendal alias Zen dan Putra baru dibayar sekitar Rp 30 juta dari Rp 50 juta,” sebutnya.

Dari penangkapan para pelaku penembakan, petugas berhasil mendapatkan barang bukti tiga pucuk pistol yang digunakan untuk membunuh korban, kartu pers, KTP, 2 buku rekening, pisau dan pedang.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan pasal 340 Subs 338 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Sebelumnya, Kuna tewas ditembak seorang pria misterius tepat di depan tokonya sendiri, di Jalan Ahmad Yani, Medan. Selama ini korban dikenal sebagai ahli senjata api (senpi). Salah satu keberhasilannya adalah, pengungkapan senpi jenis M 16 milik teroris yang merampok Bank CIMB Niaga, di Jalan Aksara pada tahun 2010 silam.**(Win)

Tinggalkan Balasan