DUMAI, SUARAPERSADA.com – Perambahan hutan masih saja tetap merajalela di hutan wilayah Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai. Aksi pencurian kayu dengan melakukan pembalakan liar tersebut diduga dibiarkan oleh aparat yang berwenang.
Dari hasil pantauan wartawan media, Rabu (28/1) pekan lalu menyebutkan, salahsatu usaha panglong kayu yang terletak di depan UNRI Kec. Purnama terdapat banyak kayu tertumpuk di belakang panglong tersebut. Usaha Panglong tersebut milik pengusaha berinisial Kh.
Salah seorang sumber yang pantas dipercaya mengatakan, bahwa kayu yang akan diolah tersebut diperoleh darisalah seorang “Mafia” kayu ilegal yang berada di Jl. Penerbit Kecamatan Sungai Sembilan yang berinisial EL.
Lanjutnya, EL merupakan ‘mafia’ kayu yang tak tersentuh hokum dan juga pemasok kayu untuk para pengusaha panglong di Sunagai Sembilan sampai ke Purnama dan ke Bukit Timah. Aksi permainan para mafia kayu tersebut diduga kuat dibecking oleh oknum-oknum tertentu.
Diterangkannya, mafia EL mempunyai sekitar 24 orang anggota dan dibagi menjadi dua kelompok yang berada di dalam hutan untuk mengambil kayu balok serta mengolahnya menjadi kayu jadi.
“EL ini sudah lama berkecimpung di permainan mafia kayu illegal. Ada sekitar 24 orang anggota EL yang di bagi menjkadi dua regu. Mereka berada di hutan untuk mengambil kayu balok danmengolah kayu balok menjadi kayu jadi. Kemudian kayu jadi tersebut dijual kepada para konsumen dan pengusaha kayu/panglong,”terangnya kepada wartawan Koran ini sembari tidak mau menyebutkan namanya.
Menurut Ketua YLBHN Kota Dumai, Ir.M. Hasbi, kejahatan membalak kayu secara illegal di hutan Sungai Sembilan ini sudah lama belangsung. Masalah ini, hendaknya menjadi masukan buat aparat penegak hukum.
“Kejahatan membalak kayu illegal tersebut sudah berlangsung lama tanpa adanya hambatan dari pihak berwajib. Maka hal itu diminta kepada pihak berwajib sudah layaknya dibawa kemeja hijau bagi para pembalak kayu dan pengolah kayu tersebut agar ada efek jera bagi mereka,” ujarnya,.
Sejauh ini, Kapolsek Sungai Sembilan, AKP Supriyono belum berhasil dikonfirmasi guna diminta tanggapannya. (M.Sinaga)




















































