Pelabuhan Sri Junjungan Dumai Tak Terurus, LIPPSI Desak Penegak Hukum Usut Dugaan Korupsi

0
421
Kondisi Plafond Gedung

DUMAI, SUARAPERSADA.com–Kondisi Bangunan Terminal Penumpang Bandar Sri Junjungan Kota Dumai yang dikerjakan mulai tahun 2013 hingga 2015 lalu, saat ini amat sangat memprihatinkan. Pantauan dilapangan belum lama ini, selain kondisi gedung tak terurus, sebagian besar sisi gedung telah rusak parah. Mulai dari lantai, plafon hancur, kaca pembatas ruangan pecah, podasi bangunan gedung amblas dengan lobang menganga.

Sumber informasi yang dirangkum, bahwa dalam pelaksanaan proyek tersebut, terendus diduga kuat telah terjadi tindak pidana korupsi, bahkan telah di lirik oleh pihak penegak hukum. “Sepertinya beberapa pihak terkait, telah diperiksa, salah satunya pihak Dishub Riau,” sebut sumber.

Dikatakan sumber lagi, Gedung Terminal Pelabuhan Penumpang Domestik Bandar Sri Junjungan Dumai yang menghabiskan uang negara tersebut semakin parah dan di ambang kehancuran. Tetapi proses hukum dugaan korupsinya tidak ada tindak lanjut alias jalan ditempat, ujarnya.

Ketua Lembaga Independen Pemberantas Pidana Korupsi (LIPPSI), Mora menegaskan, kuat dugaan pembangunan pelabuhan ini sarat korupsi dan dugaan penipuan oleh oknum.

Mora mempertanyakan komitmen penegak hukum, khusus dugaan korupsi pembangunan Gedung Terminal Pelabuhan Penumpang Domestik Bandar Sri Junjungan Dumai yang dibanhun mulai tahun 2013, 2014, 2015. Tapi kondisinya demikian, “kapan selesainya,”ucap Mora.

Dikatakan Mora, Informasi yang diterima LIPPSI, bahwa kasus ini sebelumnya menjadi temuan BPK dan kasus ini juga sudah ditangani Jaksa. Namun hingga kini belum jelas kelanjutannya.

Tampak Lantai Yang Terkekupas

“Mengingat lambanyya pengungjkapan kasus ini LIPPSI meminta Jamwas Kejagung RI melakukan supervisi agar kasus ini menjadi jelas dan terang benderang,” pungkasnya.

Sementara pihak Dinas Perhubungan Riau, melalui Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang dikonfirmasi melalui Nomor Telp
0822 1031 XXXX, sebagai upaya klarifikasi, namun hingga berita ini di terbitkan, tidak memberi jawaban. Anehnya, selang beberapa saat nomor dimaksud telah non aktif.(jsR)

Tinggalkan Balasan